Domian

Domian

Wahyu Sagala

Wahyu Sagala
Selasa, 26 Juli 2022, 10:28 WIB
Last Updated 2022-07-26T04:53:01Z
DaerahPakpak Bharat

Winta Sinamo, Penjual Mie Sop Kaki Lima di Pakpak Bharat Yang Bersedekah Untuk Yanti Boru Padang

Winta Sinamo. (Foto/Obah).

PAKPAK BHARAT, Salak - nduma.id

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk beramal, asal halal mudah-mudahan jadi berkat. Kuncinya ikhlas.

Seperti yang dilakukan Winta Sinamo (37), Warga Kabupaten Pakpak Bharat Sumatera Utara ini.

Meski hanya penjual Mie Sop, Ibu 3 anak itu  masih ingat beramal.

Katanya ada rejeki orang lain di balik rejeki yang di dapatnya. 

Dan lagi ada kepuasan, kebahagiaan, dan cinta dirasakan setelah beramal.

Berbincang dengan nduma.id, Winta mengaku tak cukup tabungan untuk beramal, jadi Dia menjual Mie Sop sebanyak 45 Porsi untuk membantu Yanti Boru Padang (47), warga Desa Silima Kuta Kecamatan Tinada Kabupaten Pakpak Bharat.

Tidak hanya sebahagian dari untung penjualan Mie Sop nya, tapi semua hasil penjualan sebanyak 45 Porsi di amalkan membantu Yanti Boru Padang.

Mie Sop buatan Winta. (Foto/Obah)

Harga per porsinya Rp. 15.000, sehingga Ia berdonasi sebesar Rp.675.000,-

Karena niatnya beramal, tak jarang pembeli memberikan uang lebih.

" Yang 45 Porsi itu uangnya terkumpul sebanyak Rp.775.000,- “ ujar winta Senin Siang kemarin, (25/7/2022).

Bahkan katanya pembelian bisa pesan antar kalau lokasinya masih terjangkau.

Sang suami Tunggul Boangmanalu (42)  katanya bersemangat menghantar pesanan mendukung giat amalan itu.

"Ada juga pemesanan diluar Kecamatan Salak, ke Singgabur Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu," katanya.

Winta Sinamo merupakan Warga desa Boang Manalu Kecamatan Salak Pakpak Bharat.

Dia berjualan Mie Sop di Halaman rumahnya.

Dia membaca berita kalau Yanti Boru Padang butuh uluran tangan.

Sebelumnya diberitakan warga Pakpak Bharat berdonasi untuk Yanti Boru Padang (47) Warga Desa Silima Kuta  Kecamatan Tinada, karena kondisinya kurang mampu, belum punya rumah dan masih menumpang.

Kondisi Ibu Janda 4 Anak itu sangat memprihatinkan, sebagai tulang punggung keluarga, Yanti juga harus merawat Febelia Boru Waruwu (22), putrinya yang sejak usia 5 tahun menderita kelumpuhan pada kaki dan tangannya.

Febelia hanya bisa duduk dikursi roda menggunakan pampers, saat Ibunya bekerja di ladang orang sebagai buruh upahan.

Febilia dijaga adiknya setelah pulang sekolah dari SMU Negeri 1 Tinada.

Tiap menerima bantuan, Yanti selalu bercucur air mata sambil berucap terima kasih atas kepedulian sesama warga. 

“ lias ate mo mendahi kene karina inang, bapa nang karina supan supan sienggo mermaseh ate taba kami, tekkana mo karina kinimende sibakin kene taba kami ibalesken Tuhan merlipat kali ganda” ujar Yanti.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat ikut ambil bagian dalam proses pembangunan rumahnya dan membantu biaya perobatan Febelia. (Obah).