Domian

Domian

Wahyu Sagala

Wahyu Sagala
Minggu, 07 Agustus 2022, 18:51 WIB
Last Updated 2022-08-07T11:51:35Z
DaerahDairi

Tak Terima Upah dan Dituduh Mencuri. Vicky Saragih Curhat ke Wartawan Simalungun

Vicky Darma Saragih. (Foto/Ari)

Simalungun - nduma.id

Vicky Darma Sandy Saragih curhat kepada sejumlah wartawan di Simalungun, Sumatera Utara, Saptu (6/8/2022).

Dia terlihat sedih karena persoalan yang dialami.

Kepada wartawan, Vicky bercerita mengenal oknum anggota DPRD Simalungun berinisial AS, dan Dia dituduh mengambil uang dan perhiasan dari rumah AS di Jalan Kedondong, Perumnas Batu 6, Kecamatan Siantar, Simalungun.

Peristiwanya Juni 2022 lalu.

Kemudian di laporkan ke Polsek Bangun.

Vicky bercerita awal mengenal AS di Medan, ketika AS berkunjung ke rumah teman wanitanya.

"Saya kenal  AS pada saat dia berkunjung kerumah teman wanitanya yang kebetulan saya tinggal dengan wanita itu," terang Vicky, Sabtu (6/8/2022).

Dari situ Vicky mengaku di tawari AS ikut dengannya, dan dipekerjakan sebagai asisten rumah tangga dijanjikan  Rp 500.000 per bulan dan setiap hari diberi sebungkus rokok dan makan. 

"Tapi setelah sebulan saya kerja honor yang diberikan tidak ditepati serta tak diberikan makan seperti yang dijanjikan," kata Vicky.

Disana Vicky mengaku kelaparan karena tak punya uang dan diberikan makanan. 

Kemudian Vicky masuk ke kamar AS di lantai dua, dan melihat ada sejumlah uang terletak dalam lemari AS.

Selanjutnya Vicky mengambil uang tersebut dengan jumlah Rp. 40.000 untuk membeli nasi.

"Aku melihat uang pecahan lima ribu dengan total kurang lebih satu juta dalam lemari itu bang, tapi yang kuambil hanya 40 ribu sebanyak dua kali totalnya 80 ribu untuk beli nasi", terangnya kepada awak media.

Saat pulang ke rumah dan masuk ke kamarnya, AS melihat AC di kamarnya hidup, setelah memeriksa kamar, AS Sadar uang dalam lemarinya hilang.

"Karena hanya saya yang tinggal di rumah, saya dicurigai dan malah di tuduh ngambil emas, padahal saya hanya mengambil uang Rp 80 ribu dan cincin batu akik," ucap Vicky. 

“Saya mengambil uang itu, tidak ada niat untuk mencuri, karena saya tidak ada di tinggalkan uang sepeser pun, kecuali beras. Saya kan butuh makan dan merokok, membeli minyak sepeda motor untuk pulang ke rumah orang tua setiap Sabtu,” lanjut Vicky.

Vicky kemudian di desak AS yang ditemani ES untuk mengakui mengambil uang dan perhiasan emas.

Bahkan, Vicky mengaku sempat ditendang oknum ES.

Karena Vicky bertahan tidak mengakui mengambil perhiasan emas, AS dan ES kemudian membawa Vicky ke Polsek Bangun.

Singkatnya, disana Vicky kemudian membuat perjanjian perdamaian.

KTP, handphone dan ijazah Vicky di tahan. 

Keluarga Vicky kemudian bersedia untuk mengganti Emas itu kepada AS. 

Dalam surat perjanjian disebutkan akan membayarkan uang Rp 8.500.000 sebagai ganti rugi barang berupa emas.

Karena kondisi keluarga susah dan sebagai itikad baik, uang sebesar Rp.5 juta ditransfer ke rekening 0AS.

Sisanya di bayar kemudian, namun AS dikatakan Vicky meminta jaminan pelunasan sisa pembayaran.

"Itu lah diminta lah KTP, Handphone dan 3 Ijazah SD, SMP, SMA serta pakaian," imbuh Vicky.

Namun, sisa pembayaran yang seharusnya Rp3,5 juta, keluarga Vicki harus keluar uang 5 Juta lagi karena dibebankan biaya Rp1,5 juta untuk cabut perkara di Polsek Bangun.

AS yang di konfirmasi wartawan melalui saluran teleponnya membantah menahan KTP, Ijazah, HP dan pakaian.

"Saya tidak ada menahan seperti yang dibilangnya itu, malah orang itu sendiri yang menawarkan kepada saya. Hal itu mereka lakukan sebagai bukti mereka akan melunasi sisa pembayaran sesuai dengan surat perjanjian," sebut AS, Sabtu (6/8/2022).

AS pun menceritakan bahwa ia sebenarnya meminta ganti rugi sebesar Rp17 juta saat perdamaian di Polsek Bangun, namun karena iba dan keluarga Vicky juga memohon hanya sanggup membayar ganti rugi sebesar Rp.8,5 Juta, AS pun menyanggupinya.

"Sebenarnya aku minta ganti rugi Rp17 juta, namun karena aku iba dan keluarganya pun memohon hanya sanggup membayar Rp8,5 Juta makanya aku ia kan," tambah AS.

AS menyebutkan kalau Vicky mencuri uang dan perhiasan bukan untuk makan namun untuk membeli chip sketer.

"Bukan untuk makan Dia itu mencuri lae, tapi untuk main slot judi sketer," sebutnya. 

"Saya laporkan dia ke kantor Polisi biar ada efek jera kepadanya, kan nggak mungkin damai gitu aja, jadi tanggung jawabnya apa," pungkasnya. (Ari)