Domian

Domian

Wahyu Sagala

Wahyu Sagala
Jumat, 16 September 2022, 01:59 WIB
Last Updated 2022-09-19T19:02:32Z
Dairi

Satpol PP Dairi Rutin Gelar Operasi Kasih Sayang

Pembinaan kepada pelajar yang tertangkap bolos jam belajar. (Foto/Kominfo Dairi)

DAIRI, Sidikalang – nduma.id

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Dairi melakukan operasi Kasih Sayang dalam bentuk razia siswa yang bolos pada jam sekolah yang ada di Kabupaten Dairi.

Operasi Kasih Sayang dilakukan dalam rangka mendukung perwujudan SDM unggul bagi anak sekolah yang akan menjadi generasi penerus bangsa ini.

Disampaikan Kasat Pol. PP Junihardi, bahwa kegiatan operasi kasih sayang ini dilakukan secara rutin dengan cara Patroli Wilayah ke tempat-tempat yang memungkinkan bagi siswa bolos, seperti warung internet, pusat-pusat keramaian.

“Disamping itu, kita juga terkadang menerima informasi dan laporan dari masyarakat akan tempat-tempat siswa bolos. Atas laporan tersebut Satpol PP langsung melakukan pengecekan dan pemantauan ke tempat yang menjadi tongkrongan siswa tersebut,” kata Junihardi, Jumat, (16/9/2022).

Siswa yang kedapatan bolos saat jam sekolah berlangsung, dibawa ke kantor Pol PP untuk mendapatkan pembinaan dan nasehat.

“Kita juga mengundang pihak sekolah turut serta memberikan pengarahan sekaligus melakukan pendampingan kepada masing-masing siswa terkait yang terkena razia,” ujarnya.

Selepas pembinaan di Kantor Satpol PP, selanjutnya siswa yang bersangkutan diantar kembali ke sekolahnya untuk selanjutnya diberikan pembinaan lebih lanjut.

Sebelumnya Kasat Pol PP dalam berbagai kesempatan mendampingi Bupati Dairi, DR. Eddy Keleng Ate Berutu kunjungan kerja, selalu menekankan semua pihak dapat bersama-sama memberikan peran sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya dalam menciptakan generasi-generasi yang unggul di Kabupaten Dairi.

Oleh karena itu, diharapkan program operasi kasih sayang juga mendapat dukungan dari para orang tua siswa khususnya masyarakat pada umumnya.

Dukungan dari orang tua misalnya ketika anaknya terkena razia Satpol PP dan diberikan tindakan disiplin agar dipandang positif.

Dukungan dari masyarakat misalnya dapat memberikan informasi-informasi ke Satpol PP apabila ada siswa-siswa yang berkumpul atau bolos pada saat jam belajar.

“Jika ada terjadi hal seperti ini bisa langsung menghubungi Calltaker 112 yang sudah di launching oleh Bupati Dairi pada 17 Agustus lalu,” ujarnya.

Langkah selanjutnya adalah kita menghimbau tempat-tempat bolosnya siswa seperti warnet dan tempat lainnya agar turut serta mengingatkan dan bahkan untuk tidak melayani atau menerima apabila ada siswa yang datang pada jam belajar.

“Apabila masih ada warung yang tidak mengindahkan himbauan kita maka selanjutnya kita akan buat surat teguran kepada pengusaha tersebut dan apabila teguran kita tidak diindahkan, maka kita ambil langkah tegas dan kita berikan sanksi terhadap warung tersebut, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan yang ada, seperti Perda Kab. Dairi Nomor 1 tahun 2016 tentang Ketertiban Umum serta ketentuan terkait lainnya,” tungkasnya.

(Kominfo Dairi/nd1).