Halim Lumban Batu

Halim Lumban Batu

Wahyu Sagala

Wahyu Sagala

Pemko Siantar

Pemko Siantar
Rabu, 07 September 2022, 22:38 WIB
Last Updated 2022-09-07T15:38:26Z
BBM NaikDairiDinas PerhubunganOrgandaPolres Dairi

Tarif Angkutan Perkotaan dan Desa di Dairi Naik

Kadis Perhubungan Kabupaten Dairi, Parulian Sihombing. (Foto/Rudi).

DAIRI, Sidikalang - nduma.id

Tarif angkutan umum perkotaan dan pedesaan di Kabupaten Dairi Sumatera Utara akan naik.

Kenaikan itu sedang dalam pengusulan kepada Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu untuk di buatkan menjadi sebuah keputusan.

"Apa yang di diskusikan  pada hari ini masih sebuah rekomendasi  yang kita usulkan nanti ke pimpinan Bupati Dairi untuk seterusnya di buatkan menjadi sebuah keputusan," Kata Parulian Sihombing, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Dairi, Rabu (7/9/2022).

Kenaikan tarif angkutan dikatakan rata-rata sekitar 14 sampai 20 persen.

Ini merupakan hasil kesepakatan rapat forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di Dinas Perhubungan dalam hal menindak lanjuti kenaikan harga Bahan Bakar Minyak untuk menentukan tarif dasar angkutan umum.

"Mudah-mudahan apa yang sudah di sepakati semua, yang didalamnya ada Kepolisian, Satpol PP, PUTR , organda dan seluruh pengelola angkutan pedesaan perkotaan bisa menerima hasil yang baik untuk semua dan untuk masyarakat kabupaten Dairi," pungkas Kadis 

Terkait pemberlakuan, pihaknya masih menunggu keputusan Bupati Dairi.

Namun akan di upayakan secepatnya di berlakukan.

"Akan secepatnya melaporkan kepada pimpinan sehingga semua nanti bisa di berlakukan secara aman dan baik," pungkas Parulian.

Tarif angkutan itu di katakan harus naik karena sudah berdampak kepada pengelola angkutan umum.

Sementara Sahdin Angkat supir trayek 12 menilai sudah harus secepatnya tarif dinaikan.

"Harus naik karena kita pun harus bayar setoran juga ke toke, toke pun gitu juga beli sparepart, sparepart udah duluan naik sebelum ongkos naik." katanya.

Supir Jurusan Sidikalang - Sidiangkat itu menilai  kenaikan masih wajar.

" Mau gak mau kita harus menaikkan tarif ongkos juga, itupun kenaikannya rata-rata Seribu. Kalau menurut saya supir, sebenarnya kurang sesuai. Harus diatas 1000," ujarnya.

Sudah lima hari terakhir Sahdin  dan teman seprofesinya menggunakan BBM harga terbaru, dan katanya penghasilan rata rata berkurang 20 Ribu sampai 25 Ribu perhari.

Karena itu mereka mendesak keputusan kenaikan tarif ini secepatnya di berlakukan.

"Intinya kita mendesak juga pada pemerintah harus memikirkan para supir angkot dan pengusahanya," tungkas pria gondrong sebahu itu. (nd1).