DPM

DPM

Polres

Polres

Balon Golkar

Balon Golkar
Selasa, 18 Oktober 2022, 18:20 WIB
Last Updated 2022-10-21T11:23:28Z
DairiKarang TarunaKopiPertanian

KarangTaruna dan Pemkab Dairi Panen Perdana Kopi di Desa Bangun

Sosialisasi Karang Taruna dan Pemkab Dairi bersama petani. (Foto/kominfo Dairi)

DAIRI, Parbuluan – nduma.id


Pemerintah Kabupaten Dairi bersama Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) BAJA Desa Parbuluan, dan Karang Taruna Sumut melakukan panen perdana kopi arabika demplot percontohan perkebunan, tepatnya di Desa Bangun Kecamatan Parbuluan, Selasa (18/10/2022).


Kopi ini sudah ditanam sekitar 2 tahun lalu.


Bupati Dairi dalam sambutan yang dibacakan oleh Kadistan, Robot Simanullang disebutkan, bahwa masyarakat patut bersyukur Kabupaten Dairi memiliki topografi yang berbukit di jajaran bukit barisan yang menjadikannya kaya dengan ragam potensi alam, khususnya produk pertanian, seperti kopi Sidikalang yang telah dikenal di Indonesia bahkan sampai ke mancanegara.


“Secara garis besar, kata Bupati ada dua jenis Kopi Sidikalang yang ditanam petani, yakni arabika dan robusta. Kopi Sidikalang robusta terkenal memiliki kadar kafein yang lebih tinggi dan rasanya lebih strong dibandingkan arabika. Tempat tumbuhnya juga berbeda, Sidikalang robusta sudah bisa ditanam di ketinggian 600 – 700 Mdpl, sedangkan kopi arabika minimal diatas 1.000 Mdpl,” ujarnya.


Kata Robot, perhatian khusus selalu diberikan bupati yang sangat concern akan pembangunan di Kecamatan Parbuluan, itu terbukti dari seringnya bupati hadir melakukan kunjungan, termasuk kunjungan dinas pertanian ke kecamatan itu.


“Bahkan kecamatan ini mendapat perhatian khusus dimana menjadi lokasi percontohan KUR Klaster untuk tanaman hortikultura,” katanya.


Sementara itu, Ketua Karang Taruna Sumut, Dedi Dermawan Milaya menyampaikan kopi yang ia kenal sejak kecil adalah kopi Sidikalang, dan rasa kopi Sidikalang melekat dalam benaknya hingga sekarang.


“Sejak kecil saya hanya tau kopi Sidikalang, bukan kopi Lintong, tapi kenapa kopi Sidikalang jadi terkesan tertinggal, malah kopi Lintong yang lebih naik namanya. Kami mencoba mengembangkan kembali bagaimana potensi kopi Sidikalang bangkit lagi dan dikenal dunia,” kata Dedi.


Menurut Dedi, selaku pekerja sosial, Karang Taruna mencoba menggali investasi untuk berbuat, membuat tempat pusat edukasi, dan menciptakan sosial entrepreneur di berbagai sektor.


“Tinggal bagaimana pemuda Dairi yang memiliki keahlian menyalurkan kreatifitasnya dan menjadi sosial leader, dan bisa menjadi kebanggan masyarakat Dairi, karena banyak yang bisa digali dari desa ini,” katanya lagi.


Panen perdana itu dihadiri oleh Bupati Dairi yang diwakili oleh Kepala Dinas Pertanian, Robot Simanullang, Ketua Karang Taruna Sumut, Dedi Dermawan Milaya, dan Ketua Taruna Tani Sumut, Darwis Harahap, serta diikuti juga oleh Disparbudpora, Rahmat Syah Munthe, Sekretaris Dinas Sosial, Camat Parbuluan, SMT Sinaga, Kepala Desa Bangun, Japirin Sihotang, serta para petani binaan Bumdes Baja.


(Kominfo Dairi/nd1).