DPM

DPM

Polres

Polres

Balon Golkar

Balon Golkar
Selasa, 18 Oktober 2022, 18:11 WIB
Last Updated 2022-10-21T10:02:39Z
MahasiswaOjek inlineSiantar

Driver Ojek Online di Siantar ini Akhirnya Lulus Sarjana

Foto Suandy Predy Rumahorbo. (Foto/Ari).

Siantar - nduma.id

Mahasiswa Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Simalungun, Suandy Predy Rumahorbo harus merasakan sulitnya membagi waktu antara bekerja dan kuliah. 

Pemuda asal kota Pematang Siantar, lahir 19 Oktober 1998 ini memilih untuk bekerja sebagai Driver Ojek Online Demi menambah biaya kuliahnya sejak duduk di bangku kuliah tahun 2017 hingga wisuda. 

Dirinya tak menampik, jika kuliah sembari bekerja bukanlah hal yang mudah dijalankan. 

Sejak tamat dari bangku SMA swasta kampus Nomensen Siantar Tahun 2016 Silam, Suandy memang sudah terbiasa membantu keluarganya mencari nafkah. 

Ia juga pernah bekerja sebagai kru minimarket hingga menjadi operator warung internet Ia lakoni hingga tekadnya yang kuat untuk kuliah akhirnya bisa terwujud. 

Oleh karena itu, Suandy tegas menetapkan skala prioritas yang harus dikerjakan. 

Hal itu dianggap penting, karena menjadi faktor utama yang mampu menyeimbangkan pendidikan dan pekerjaannya.

Suandy memang datang dari keluarga sederhana. 

Ayahnya hanya bekerja serabutan sedangkan ibunya seorang Guru Sekolah Dasar.

Beruntung, Suandy didukung penuh oleh orangtua dan rekan kerjanya. 

Satu pesan Ibu Suandy yang selalu ia ingat, Suandy harus belajar dengan sungguh-sungguh.

Sebab, dengan berkuliah, Suandy diharapkan akan mendapatkan kehidupan yang jauh lebih baik dari orang tuanya. 

Pengorbanan Suandy tak sia-sia. 

Hari ini ia dikukuhkan sebagai wisudawan dan resmi menyandang gelar Sarjana pendidikan di Universitas Simalungun, Pematang Siantar  dengan program studi pendidikan Pancasila Kewarganegaraan. 

Dalam kesempatan ini, Suandy mengucapkan terima kasih kepada Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Simalungun (USI), khususnya program study Pendidikan Pancasila Kewarganegaraan (PPKN) yang telah memberikan kepekaan rasa, ketajaman berpikir, dan kelembutan karsa dalam gerak spirit intelektual. (Ari).