Polres

Polres

Balon Golkar

Balon Golkar
Rabu, 26 Oktober 2022, 14:17 WIB
Last Updated 2022-10-26T07:17:57Z
BUMNDPR RIMikroTapteng

Perluas Layanan UMKM, Martin Manurung Dukung Holding BUMN Ultra Mikro

Martin Manurung di acara sosialisasi Holding BUMN Ultra Mikro. (Foto/Darwis).

Tapanuli Tengah - nduma.id


Ketua Komisi VI DPR RI, Martin Manurung, menggelar sosialisasi bertema “Holding BUMN Sebagai Lokomotif Kebangkitan Ekonomi Indonesia Masa Depan” di Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Jumat, 21 Oktober 2022 lalu. 


Martin mengatakan, Komisi VI terus mendorong Kementerian BUMN untuk terus berkontribusi dalam mendukung UMKM. 


Antara lain, pada tahun 2021 lalu, Komisi VI DPR RI sudah menyetujui pembentukan Holding BUMN Ultra Mikro (UMi) yang beranggotakan tiga BUMN.


BRI sebagai induk atau holding, Pegadaian dan Permodalan Nasional Madani (PNM). 


Holding UMi ini dibentuk dengan tujuan untuk memberikan layanan pembiayaaan yang lebih luas kepada masyarakat, khususnya kepada pelaku usaha mikro. 


“Misalnya ibu-ibu perlu dukungan modal, kalau tidak punya jaminan, itu bisa ke PNM Mekar. Selain itu BRI juga sudah membuat berbagai produk untuk dukungan keuangan pada UMKM, seperti KUR Super Mikro, KUR Mikro, dan lainnya,” ujar Martin.


Martin mengatakan, Holding UMi ini dibuat agar semakin banyak tercipta pelaku usaha. 


Kalau ekonomi kita mau maju, maka harus ada banyak pelaku usaha. 


“Karena itulah kami di Komisi VI dengan Menteri BUMN Pak Erick Thohir mengharapkan dan menugaskan Holding Ultra Mikro ini untuk menciptakan sebanyak-banyaknya pelaku usaha di negara kita ini, termasuk di Tapanuli Tengah dan Sibolga ini,” ujar Ketua DPP Partai NasDem itu.


Martin juga menyampaikan bahwa Holding BUMN, termasuk Holding UMi, dibentuk untuk membuat kinerja BUMN menjadi lebih efisien.  


BUMN yang ada dalam satu sektor dikelompokkan dalam satu holding. 


“Karena tulang punggung BRI ini pelaku UMKM, mirip dengan pegadaian dan PNM, maka ketiganya digabung di satu rumah besar, yaitu Holding Ultra Mikro,” pungkasnya.


Di contohkan layanan Senyum atau Sentra Layanan Ultra Mikro dari Holding UMi yang membuat layanan pembiayaan bagi pelaku usaha mikro menjadi lebih terpadu dan efisien. 


“Kalau kita sudah kelompok-kelompokkan, jadinya lebih efisien. Contoh di Holding Ultra Mikro ini, dibuat co-location, di satu lokasi itu kita bisa mendapatkan layanan BRI, Pegadaian dan PNM. Namanya gerai Senyum, Sentra layanan Ultra Mikro,” ujar Martin.


Informasi yang di himpun, setahun setelah terbentuk pada pertengahan September 2021, Holding Ultra Mikro (UMi) terbukti berhasil mempercepat inklusi keuangan.  


Hingga akhir Agustus 2022 tercatat jumlah nasabah yang telah diintegrasikan ketiga entitas Holding UMi mencapai 23,5 juta nasabah dengan total outstanding pembiayaan sebesar Rp.183,9 triliun.


Di samping itu, BRI berhasil menaikkelaskan 1,8 juta nasabah KUR Mikro ke Komersial di tahun 2021.


Di tahun 2022 diprediksikan nasabah yang berhasil di naik kelaskan mencapai 2,2 juta nasabah. 


Hingga Agustus 2022, integrasi layanan ketiga entitas atau co-location melalui Gerai Senyum sudah mencapai 1.003 lokasi dari target awal 978 lokasi Gerai Senyum. 


Penabung baru UMi mencapai 6,85 juta, dari target awal sebanyak 3,3 juta. 


Nasabah PNM Mekaar yang bergabung sebagai Agen BRILink sudah mencapai 40.121.


Saat ini BRI juga terus mengembangkan Agen BRILink. 


Masyarakat dapat menikmati layanan transaksi keuangan layaknya layanan bank di Agen BRILink, secara lebih dekat. 


Jumlah Agen BRILink telah mencapai 584 ribu pada akhir Agustus 2022 dengan jangkauan mencapai 57.618 desa, atau mencakup 3/4 desa diseluruh Indonesia sudah terdapat Agen BRILink. 


Sepanjang Januari-Agustus 2022, Agen BRILink tersebut memproses lebih dari 709 juta transaksi dengan total volume transaksi mencapai Rp855,5 triliun.


Selain memberikan akses layanan keuangan kepada masyarakat, Agen BRILink juga memberikan lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan masyarakat. 


Sharing economy/fee pada periode Januari-Agustus 2022 yang diterima oleh Agen BRILink berkisar antara Rp1,8 triliun – Rp2,7 triliun. (nd1).