Demokrat

Demokrat

Domian

Domian

Wahyu Sagala

Wahyu Sagala
Senin, 10 Oktober 2022, 22:10 WIB
Last Updated 2022-10-11T15:13:38Z
budayaPakpakPakpak BharatPesta Oang-oang

Pesta Budaya Oang-oang 2022, Warga Pakpak Bharat Padati Lapangan Napasengkut

Karnaval kendaraan hias. (Foto/Kominfo Pakpak Bharat).

PAKPAK BHARAT, Salak - nduma.id


Perayaan Puncak Pesta budaya Oang-oang Kabupaten Pakpak Bharat berlangsung meriah.


Dengan mengenakan pakaian adat suku Pakpak, warga tumpah memadati jalan-jalan protokol di kota Salak menuju Lapangan Napasengkut Salak, Senin (10/10/22).


Pesta Budaya Oang-oang ini  merupakan rangkaian dari Calendar of Event Pariwisata Danau Toba dan menjadi agenda pariwisata nasional yang bertujuan untuk lebih mengenal langsung budaya Pakpak.


Tujuannya menanamkan rasa cinta dan memiliki terhadap budaya tersebut.


Tokoh Adat dan Budaya Suku Pakpak, Erah Banurea menyampaikan, acara bertujuan untuk menjaga dan melestarikan Adat budaya Suku Pakpak.


Karena itu Dia berpesan agar Pemkab Pakpak Bharat kedepannya lebih meningkatkan event pesta Oang oang itu karena Kabupaten Pakpak Bharat dinilai Kabupaten Benteng terakhir suku Pakpak. 


Kepada masyarakat, Erah Banurea menghimbau agar masyarakat bisa memberikan masukan masukan positif yang sifatnya membangun demi percepatan pembangunan Kabupaten Pakpak Bharat menuju masyarakat Nduma.


Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor dalam sambutannnya mengatakan atas nama Pemkab Pakpak Bharat dirinya menyampaikan apresiasi yang setinggi tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Pesta Budaya oang-oang seperti panitia, seniman, serta masyarakat sebagai wujud kecintaan terhadap budaya Pakpak ditengah keberagaman saat ini, dimana upaya pelestarian dan pengembangan budaya sedang mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah karena budaya merupakan kekayaan bangsa yang perlu dijaga dan dilestarikan. 


Bupati Franc menyebutkan bahwa agenda rutin ini diharapkan akan terjadi peningkatan kualitas setiap tahunnya. 


Kegiatan ini sangat khas dan menarik, yang menampilkan kreativitas masyarakat Pakpak Bharat dan inovasi para pencinta seni budaya Pakpak.


Beberapa warisan budaya telah mendapat pengakuan dari pemerintah Republik Indonesia melalui kementrian pendidikan dan kebudayaan adalah  makanan khas Pakpak” Pelleng” sebagai salah satu warisan budaya Indonesia dan diperingati setiap tanggal 10 Oktober sebagai hari Plleng Nasional dan pengakuan terhadap Genderang sisibah (alat musik tradisional Pakpak).


“Upaya-upaya ini mesti terus kita tingkatkan dan selaku orang Pakpakdan suku lainnya yang tinggal di tanah pakpak agar selalu berperan aktif untuk menjaga dan melestarikan Budaya Pakpak,” katanya.


Pemkab Pakpak Bharat juga memprogramkan pemugaran cagar budaya  seperti mejan, rumah adat, objek budaya, pemugaran ritual-ritual budaya dan kerja-kerja adat.


Bupati Franc mengajak masyarkat agar Pesta atau kerja Oang-oang ini supaya dijadikan sebagai momentum untuk bangkit bersama dalam menjunjung dan mengembangkan segenap unsur-unsur budaya Pakpak.


“Saya tekankan sekali lagi untuk kita ingat dan kita laksanakan bersama agar setiap tanggal 10 Oktober kita makan pelleng bersama sebagai wujud kecintaan kita terhadap suku Pakpak ini,” ujarnya.


Acara diramaikan karnaval kendaraan hias dari setiap kecamatan, OPD, dinas vertikal dan dari kelompok masyarakat, bergerak dari pendopo Bupati Pakpak Bharat menuju lapangan Napasengkut Salak.


Berbentuk bentuk kendaraan di hias seperti rumah adat Pakpak, ikan batang lae, mejan dan berbagai ragam hasil bumi dari daerah masing-masing.


Bupati Pakpak Bharat Franc Berhnard Tumanggor didampingi ketua TP-PKK, Unsur Forkopimda serta para pimpinan OPD menyambut kedatangan iringan karnaval.


Oleh-oleh dari berbagai jenis hasil pertanian  daerah masing-masing yaitu Durian, sayur mayur, kerajinan tangan dan berbagai jenis lainnya diserahkan.


Acara puncak Pesta Budaya Oang-oang ini juga menampilkan berbagai acara tradisi dan antraksi budaya suku Pakpak berupaya menggustungken api  yang bermakna untuk menyatukan tekad dan persepsi dalam membangun Kabupaten Pakpak Bharat menuju masyarakat Nduma.


Mengera-ngera, penampilan tari persentabin, tari-tarian kolosal yang dibawakan oleh pelajar, Moccak serta penampilan antraksi lainnya.


Hadir dalam acara ini Hadir dalam pembukaan dan perlombaan ini, Unsur Forkopimda Kabupaten Pakpak Bharat, Sekda Pakpak Bharat, Unsur Pimpinan Dan anggota DPRD Kab Pakpak Bharat, Ketua TP-PKK Kabupaten Pakpak Bharat, Perwakilan BPODT, perwakilan dari Kabupaten Tetangga, Pimpinan OPD, Para Camat se-Kabupaten Pakpak Bharat, Para Kepala Desa,  Panitia kerja Budaya Oang oang, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Pemuda serta seluruh peserta perlombaan dan masyarakat.


Acara ditutup dengan acara hiburan dan pembagian hadiah bagi pemenang lomba yang telah diperlombakan beberapa hari sebelumnya.


(Kominfo Pakpak Bharat/nd1).