Domian

Domian

Wahyu Sagala

Wahyu Sagala
Selasa, 25 Oktober 2022, 08:29 WIB
Last Updated 2022-10-25T01:29:28Z
PelajarSekolahSiantarSosialisasi

Wali Kota Siantar Sosialisasi P4GN di SMPN 4

Wali Kota Pematang Siantar dsosialisasi P4GN di SMP Negeri IV. (Foto/Ari)

Pematang Siantar - nduma.id


Wali Kota Pematang Siantar dr Susanti Dewayani sosialisasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di SMP Negeri IV, Jalan Kartini Kelurahan Teladan Kecamatan Siantar Barat, Senin (24/10/2022).


Kepala SMPN 4 Pematang Siantar Dedi Mulyono mengatakan meski cuaca kurang mendukung, para siswa masih tetap bersemangat.


"Inilah kami warga SMP Negeri 4 Kota Pematangsiantar. Kami ucapkan selamat datang di SMP Negeri 4 Kota Pematang Siantar kepada Ibu Wali Kota Pematang Siantar. Mudah-mudahan acara pagi ini membawa manfaat dan berkah bagi kita semua," sebutnya.


Wali Kota Pematang Siantar dr Susanti Dewayani SpA menyerahkan roll banner, brosur, dan leaflet kepada Kepala SMPN 4 Pematang Siantar.


Dalam bimbingan dan arahannya, wali kota menerangkan, narkoba ataupun narkotika adalah zat-zat yang jika disalahgunakan dalam dosis tinggi untuk hal-hal yang tidak perlu, akan berdampak buruk.


"Sebenarnya obat-obat narkotika itu diperlukan di dunia kesehatan. Tujuannya untuk mengobati penyakit-penyakit tertentu, dan dengan dosis tertentu. Tetapi ketika disalahgunakan, maka akibatnya akan sebaliknya, menjadi buruk kepada kita semua," terangnya.


Efeknya menyebabkan halusinasi dan depresi.


Halusinasi katanya adalah mengubah panca indra sehingga termanipulasi dan mendapat gambaran yang berbeda dengan kenyataan.


Ini menyebabkan orang bisa berbuat dan berperilaku negatif dan tidak baik.


Sedangkan depresi akan mengubah cara kerja otak, menjadi tidak bisa berpikir dengan logika, sehingga mengganggu konsentrasi.


"Depresi juga bisa membuat kita mudah putus asa, yang harusnya melakukan tugas-tugas dengan penuh tanggung jawab tetapi karena depresi, otak kita tidak bisa berpikir. Nalarnya tidak bisa jalan sehingga kita bisa mengambil keputusan yang cenderung negatif," paparnya.


Sosialisasi itu sebagai salah satu Rencana Aksi Daerah yang dilaksanakan Pemerintah Kota (Pemko) Pematang Siantar sebagai implementasi dari Inpres Nomor 2 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dan Prekursor Narkotika Tahun 2020–2024.


Narkotika, katanya, merupakan masalah bersama. Agar bahaya narkotika tidak menyasar kalangan pelajar, perlu kerjasama dan menciptakan sistem yang baik.


Sehingga memberikan kenyamanan bagi semua orang, terutama anak didik.


Khusus kepada guru-guru di SMPN 4, wali kota berharap selalu dekat dengan semua anak didik.


Sehingga diharapkan tercipta ikatan emosional yang tinggi antara guru-guru dengan peserta didik.


Dengan demikian, fungsi sekolah sebagai salah satu pilar untuk menghempang pengaruh narkotika di kalangan pelajar dapat terwujud.


Untuk mewujudkan itu semua, diciptakan sekolah yang nyaman dan aman, sekolah menjadi tempat pergaulan yang sehat serta mendorong semua peserta didik untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan masing-masing sekolah.


"Dengan kegiatan positif dan pergaulan positif, diharapkan menjadi benteng diri dari penggunaan narkotika. Di samping itu kita juga perlu meningkatkan kegiatan keagamaan untuk menjadi benteng dari bahaya narkotika. Semoga semua anak didik kami tumbuh menjadi generasi anti narkotika demi mewujudkan Kota Pematang Siantar yang Sehat, Sejahtera, dan Berkualitas," terangnya.


Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara Wali Kota Susanti dengan siswa-siswi SMPN 4  tentang bahaya narkoba.


Turut hadir, Kepala BNN Kota Pematang Siantar diwakili Ratna, Kaban Kesbang Pol Kota Pematang Siantar Soefie Saragih SSTP MSi, serta Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Suherman SSosI. (Ari).