Demokrat

Demokrat

Domian

Domian

Wahyu Sagala

Wahyu Sagala
Sabtu, 19 November 2022, 14:57 WIB
Last Updated 2022-12-11T08:00:06Z
DairiPertanianPertanian Terpadu

Kawasan Pertanian Terpadu Hortikultura di Kecamatan Parbuluan V Digenjot

Bupati meninjau kawasan pertanian terpadu Hortikultura di Kecamatan Parbuluan V. (Foto/Kominfo Dairi) 

DAIRI, Parbuluan – nduma.id


Program Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu mewujudkan Kawasan Pertanian Terpadu hortikultura di Kecamatan Parbuluan V terus digenjot.


Di Tengah perjalanan pulang dari Jakarta menuju Sidikalang, Rabu (16/11/2022), Bupati menyempatkan diri mengunjungi kembali KPT Parbuluan V ini guna memastikan progres di lapangan jelang pencanangan Tanggal 22 November 2022 mendatang yang rencananya akan dicanangkan secara langsung oleh Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi.


Usai melihat kondisi lapangan, bupati menyampaikan hingga saat ini seluruh proses berjalan cukup baik, walau faktor alam tak bisa ditawar karena curah hujan yang sangat tinggi saat ini.


“Progresnya cukup baik menuju Tanggal 22 November ini. Bibit sudah disemai di beberapa lokasi, pupuk sudah tersedia, dan 50 % pemasangan mulsa sudah berjalan, dan ini akan dikebut,” ujarnya.


Bupati menjelaskan proses pengerjaan irigasi sedang dipersiapkan dan akan mendapat monitoring dari Provsu.


“Sebagai lokasi kawasan pertanian terpadu, kita berharap lokasi ini jadi tolok ukur sektor pertanian Sumut, karena kita akan gandeng perbankan, koperasi dan off taker tentunya. Kita doakan hasilnya juga memuaskan,” ucap Bupati.


Rapat Khusus KPT Parbuluan

Menindaklanjuti hasil kunjungan lapangan, keesokan harinya, Kamis (17/11/2022) Bupati Dr. Eddy Keleng Ate Berutu mengadakan rapat kesiapan pencanangan launching pertanian terpadu di desa Parbuluan 5.


Dalam rapat dijelaskan Bupati bahwa masalah kelangkaan pangan telah menjadi isu global yang dibahas dalam G20 di Bali saat ini. Disebutkan pada perhelatan G20 presiden sudah mengatakan kelangkaan pangan melanda dunia, berbagai faktor menjadi penyebabnya salah satunya inflasi dan perang Rusia dan Ukraina.


Kelangkaan pangan, dan perang berakibat pada ketersediaan pupuk yang sulit didapat. Kita ingin mengubah mindset masyarakat agar tidak ketergantungan pada subsidi pemerintah.


Menurut Bupati, pencanangan KPT ini sangat penting, karena merupakan pilot project yang membutuhkan kesungguhan dalam melakukannya.


“Saya berharap semua pihak, dinas terkait bersatu, bekerjasama menyukseskan program KPT ini. Lakukan persiapan yang matang, agar semua proses berjalan lancar,” kata Bupati.


Hadir dalam rapat ini, kepala Dinas Pertanian, Robot Simanullang, Kepala dinas Perhubungan, kepala dinas PUTR,Kadis Kominfo,Kasatpol PP, Kadis Perindagkop, OPD terkait lainnya, serta Perwakilan Bank Sumut dan koperasi

Penulis : Raden

Editor : Rudi