Demokrat

Demokrat

Domian

Domian

Wahyu Sagala

Wahyu Sagala
Selasa, 01 November 2022, 18:37 WIB
Last Updated 2022-11-02T02:08:05Z
Covid-19Gagal Ginjal AkudSiantar

Rakor Penanganan Covid-19 dan Kasus Gagal Ginjal Akut, Begini Pesan Wali Kota Siantar

Foto bersama usai rakor. (Foto/Ari).

Pematang Siantar - nduma.id


Forkopimda Kota Pematang Siantar bersama tokoh masyarakat Rapat Koordinasi (Rakor) terkait Lanjutan Penanganan Covid-19 dan Kasus Gagal Ginjal Akut Progresif Atifikal pada Anak. 


Rakor berlangsung di 

Convention Hall Siantar Hotel, Selasa (1/11/2022).


Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Pematang Siantar Sofie M Saragih SSTP MSi dalam laporannya mengatakan, Rakor dalam rangka meningkatkan stabilitas dan kondusivitas Kota Pematang Siantar, khususnya lanjutan penanganan Covid-19 dan kasus gagal ginjal akut progresif atipikal pada anak yang terjadi belakangan ini.


Rakor, dihadiri oleh Forkopimda, lembaga keagamaan, organisasi kepemudaan, organisasi adat, dan seluruh pimpinan rumah sakit yang ada di Kota Pematang Siantar.


Sedangkan narasumber yang hadir yakni  dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Sumatera Utara (Sumut) Tengku Awaludin dan Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Pematang Siantar atau yang mewakili. 


Juga Kepala Pelaksana BPBD Kota Pematang Siantar.


Forum diskusi dibuka untuk mengakumulasi dan memformulasikan permasalahan-permasalahan yang muncul di Kota Pematang Siantar.


Wali Kota Pematang Siantar dr Susanti Dewayani SpA dalam sambutannya mengatakan, Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2022 Pasal 1 ayat 4 menyebutkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah yang selanjutnya disebut Forkompinda adalah forum yang digunakan untuk membahas penyelenggaraan urusan pemerintahan umum. 


Rakor, lanjutnya, sebagai sarana dan sekaligus dapat membuka wacana gagasan dan pemikiran-pemikiran baru tentang bagaimana memacu pembangunan ke arah yang lebih baik untuk mencapai kota Pematang Siantar yang sehat, sejahtera, dan berkualitas.


"Seperti yang kita ketahui, pandemi Covid-19 memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua tentang ketahanan kesehatan dan kesiapsiagaan kita terhadap pandemi yang ternyata tidak cukup kuat," paparnya.


Karena itu  kata Wali Kota  turunnya jumlah kasus saat ini harus dimanfaatkan dan jangan lengah.


"Kita masih harus melaksanakan disiplin protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah untuk dapat memutus rantai Covid-19 dan dengan sendirinya dapat meningkatkan perekonomian kita," sebutnya.


Satu lagi kata Wali Kota  saat ini perkembangan kasus gagal ginjal akut pada anak sangat tinggi, yang diduga disebabkan tingginya pencemaran bahan pelarut yang di atas ambang batas yang ditetapkan.


"Bapak presiden dalam arahannya pada rapat penanganan kasus gagal ginjal akut menyampaikan agar kita semuanya memberikan perhatian bersama, mengutamakan kesehatan masyarakat, jangan menganggap ini masalah kecil," terangnya.


Wali Kota berpesan harus lebih berhati-hati dan objektif. 


Dapat memberikan penjelasan yang akurat kepada masyarakat agar tidak terjadi kesimpang-siuran informasi di tengah-tengah masyarakat yang dapat menimbulkan keresahan dan kepanikan.


Selanjutnya Rakor dipandu Kaban Kesbangpol Kota Pematang Siantar Sofie M Saragih. (Ari).