Domian

Domian

Wahyu Sagala

Wahyu Sagala
Rabu, 22 Maret 2023, 10:12 WIB
Last Updated 2023-08-31T03:15:16Z
DairiTenaga Medis

Bupati Dairi Tanggapi Keluhan Perawat Saat Peringatan HUT PPNI ke-49

Bupati Dairi di beri ulos. (Foto/Istimewa).

DAIRI, Sidikalang –nduma.id


Berdiri sejak 1974, organisasi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Dairi menggelar peringatan HUT PPNI ke-49 di The Ones Hotel, Selasa 21 Maret 2023.


Berbagai keluhan disampaikan para perawat melalui ketuanya Rismawaty Doloksaribu kepada Bupati Dairi Eddy Berutu. Di antaranya keinginan para perawat untuk meningkatkan profesionalisme lewat izin belajar mencapai pendidikan Strata 1.


“Secara umum saat ini banyak perawat yang masih lulusan diploma, namun banyak perawat yang ingin mengejar strata 1. Kami menginginkan izin dan restu dari bapak bupati guna peningkatan kualitas SDM kami,” kata Rismawaty.


Tidak hanya itu, lewat Rismawaty, para perawat juga menginginkan meningkatnya kesejahteraan para anggotanya.


“Saat ini secara pendapatan kami tidak ada bedanya antara strata 1 dan diploma. Kami juga ingin mencapai sejahtera ini juga akan menjadi landasan untuk tugas keperawatan kami. Namun demikian kepada teman perawat, saya mohon tetap bekerja profesional,” ujarnya.


Menanggapi izin belajar yang diminta oleh para perawat, Bupati Eddy Berutu menyampaikan akan berupaya untuk memenuhinya.


“Saya melalui Pak Kadis Kesehatan akan berupaya, apa yang bisa pemerintah lakukan untuk memenuhi permintaan para rekan perawat ini,” kata bupati.


Bupati menambahkan memang benar profesionalisme memiliki peran penting dalam pelayanan keperawatan.


Dari 3 definisi profesionalisme yang dituntut adalah paham akan tugasnya, ahli di bidangnya, dan hal paling penting lainnya adalah memiliki perilaku yang sesuai dengan norma-norma sosial yang diterima secara umum, yang disebut ethical conduct.


Dijelaskan bupati, profesi perawat adalah warga negara istimewa karena selalu menjadi bahasan dalam sidang kabinet, terutama sejak pandemi Covid-19 hingga sekarang jadi endemi.


“Berdasarkan hal itu kesejahteraan yang anda minta sebenarnya sudah anda terima lewat doa-doa masyarakat pada profesi yang Anda lakukan. Percayalah profesi yang anda geluti ini akan terus menerus ada, karena sentuhan dan atensi yang anda berikan pada pasien tak bisa digantikan oleh mesin. Memang permintaan anda ini tidak mudah, tapi yakinlah untuk sejahtera, itu butuh waktu, dan itu kami akan upayakan,” katanya menegaskan.


Peringatan HUT PPNI yang ke-49 ini mengangkat tema ‘Gapai Sejahtera Dengan Profesionalisme’, dihadiri juga oleh Kepala Dinas Kesehatan dr. Hendry Manik, ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Setiawaty Ginting, para pengurus PPNI, para perawat dan mahasiswa dari Prodi D3 keperawatan Dairi Poltekkes Kemenkes Medan.


Penulis : Raden

Editor : Rudi