SMSI

SMSI
Kamis, 25 Januari 2024, 15:12 WIB
Last Updated 2024-01-25T08:17:03Z
SiantarSMK N 1 SimalungunTabrakan beruntun

Duka Pelajar Mengenang Sosok Guru Penyayang Korban Tabrakan Beruntun di Simalungun

Suasana rumah duka. (Foto/Ari).

SIMALUNGUN - nduma.id


Duka mendalam menyelimuti Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Simalungun di jalan Sangnawaluh KM 4,5 Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Kamis 25 Januari 2024.


Lima orang gurunya berpulang setelah peristiwa tragis terjadi, 8 mobil tabrakan beruntun di Jalan Km 24-25 menuju Pematang Raya, pada Rabu, 24 Januari 2024 sekitar pukul 13.30 WIB kemarin.


Termasuk di antaranya adalah sosok guru yang begitu baik dan penyayang, Ibu Rosmian Martha Gultom, S.Th (52) Guru Agama Kristen di sekolah itu.


Sedih bercampur haru menyelimuti para pelajar di SMK negeri 1 Sianțar, Khususnya siswa dan siswi kelas X Desain Komunikasi Visual.


Mereka hanyut dalam suasana duka.


"Sedih dan tidak menyangka atas kepergian wali kelas kami," kata Aril Ardyansah, ketua kelas X DKV II.


Almarhum Rosmian Martha Gultom, S.Th adalah wali kelas kelas X Desain Komunikasi Visual (DKV) II di SMK 1 Sianțar, Simalungun.


Aril Ardyansah mengaku belum sanggup melepas kepergian Guru yang dikenal sangat baik dan rendah hati serta penyayang itu.


Kesaksiannya, sosok almarhum Rosmian Gultom merupakan guru yang sangat perhatian terhadap perkembangan anak didiknya.


"Kek nya baru kemarin saya dan teman-teman berkomunikasi dengan beliau," terang Aril.


Ia dan teman-teman sekelasnya tampak memadati rumah duka di jalan Asahan KM 8,5.


"Almarhum merupakan Guru yang supel, guru yang selalu bergaul, dan beliau merupakan sosok yang terbuka. Misalnya ada informasi terbaru tentang pembelajaran, tentang media pembelajaran,” sambut Ipan S.Pd selaku pembina Organisasi Siswa Intra Sekolah (Osis) di sekolah itu.


Sifat almarhum yang periang, mudah senyum dan suka berbagi menjadi hal yang di kenangnya.


“Ia adalah seorang yang suka berbagi informasi, orangnya humbel, bergaul dan bersosialis dengan rekan rekan guru juga ramah serta hobinya mudah senyum," terang pembina Osis itu dirumah duka.


Ipan mengatakan para siswa SMK 1 tidak seluruh hadir dikarenakan, sebagian siswa melayat ketempat guru lainnya yang meninggal.


"Siswa yang datang kesini kelas X dan XI yang ibu itu masuk mengajar di kelas tersebut. Sebentar lagi kacabdis dan kepala sekolah bentar lagi datang juga kesini," tandas Pak Guru itu.


Tampak para siswa dan guru yang hadir menggelar acara kebaktian menghantarkan kepergian almarhum.


Lima guru korban kecelakaan yang meninggal adalah Sri Welpeni purba, Rosmian Martha Gultom, Elpine Simanjuntak, Sri Juni Eva, Surti Togatorop.


Sedangkan korban yang selamat adalah, Yanti Simbolon dan Justin Sinurat.


Penulis : Ari

Editor : Rudi