Demokrat

Demokrat

Wahyu Sagala

Wahyu Sagala

Halim Lumban Batu

Halim Lumban Batu

Pemko Siantar

Pemko Siantar
Jumat, 26 April 2024, 22:03 WIB
Last Updated 2024-04-27T06:27:45Z
JantungRumah Sakit UmumSiantarStroke

RSUD Djasamen Saragih Bakal di Konsep Jadi Pusat Layanan Stroke dan Jantung

Suasana konsultasi publik pengembangan RSUD Djasamen Saragih. (Foto/Istimewa).

SIANTAR - nduma.id


Wali Kota Pematangsiantar dr Susanti Dewayani SpA diwakili Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Junaedi Antonius Sitanggang SSTP MSi menghadiri Konsultasi Publik Rencana Proyek Investasi Pengembangan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Djasamen Saragih menjadi Pusat Layanan Stroke dan Jantung di Kota Pematangsiantar. 


Konsultasi publik berlangsung di Ruang Rapat Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (BP3D) Pemko Pematangsiantar, Jumat 26 April 2024.


dr Susanti melalui Junaedi menyatakan dukungan sepenuhnya pengembangan RSUD dr Djasamen Saragih menjadi Pusat Layanan Stroke dan Jantung Kota Pematangsiantar, mulai perencanaan hingga anggaran.


Dukungan juga diharapkan dari seluruh pihak, termasuk Bank Indonesia(BI) dalam rangka meningkatkan kapasitas rumah sakit menjadi lebih baik. 


"Sehingga substansi dari peningkatan pelayanan ini bisa terpenuhi," sebut dr Susanti yang diwakili Junaedi. 


Kegiatan konsultasi publik diisi dengan pemaparan dari Wakil Direktur I Bidang Pelayanan Medik RSUD dr Djasamen Saragih,


dr Yuliana Sara Erika Kurniawati Silitonga,  mengenai profil singkat rumah sakit yang berdiri tahun 1911 tersebut. 


Disampaikan dr Erika, pengembangan RSUD dr Djasamen Saragih menjadi Pusat Layanan Stroke dan Jantung di Kota Pematangsiantar bertujuan menjadi rumah sakit pilihan masyarakat Kota Pematangsiantar untuk layanan jantung dan stroke; menjadi rujukan regional untuk pelayanan jantung dan stroke bagi kabupaten/kota yang ada di sekitar Kota Pematangsiantar; serta menjadi rumah sakit masa depan dengan sarana dan prasarana yang lebih modern dan sesuai dengan kemajuan transformasi layanan kesehatan rujukan.


Dengan menjadi Pusat Layanan Stroke dan Jantung di Kota Pematangsiantar, sambung dr Erika, maka akan berdampak pada peningkatan layanan jantung dan stroke terpadu (baik peningkatan SDM, sarana dan pra sarana, serta alkes) yang lebih modern dan sesuai standar bagi masyarakat Kota Pematangsiantar dan kabupaten/kota sekitar. 


Sehingga menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit jantung dan stroke. 


"Serta dapat menjadi tempat pengembangan pendidikan bagi calon dokter, dokter internship, dan tenaga kesehatan lainnya," terang dr Erika. 


Penulis : Ari

Redaktur : Rudi