Halim Lumban Batu

Halim Lumban Batu

Wahyu Sagala

Wahyu Sagala

Pemko Siantar

Pemko Siantar
Jumat, 05 Juli 2024, 20:57 WIB
Last Updated 2024-07-06T02:05:49Z
MahasiswaPerangkat DesaSimalungun

Tuntut Janji, Mahasiswa Kesal Tak Bertemu Camat Pardamean Kantor Sepi

Ruang Camat tertutup. (Foto/Istimewa).


SIMALUNGUN - nduma.id


Aliansi Mahasiswa Peduli Masyarakat kembali mendatangi Kantor Camat Dolok Pardamean untuk bertemu Sahat Sidabutar selaku camat. Kamis, 4 Juli 2024.


Mahasiswa hadir katanya sesuai permintaan camat untuk menerima Aliansi Mahasiswa yang diungkapkan pada aksi Selasa lalu.


Namun kedatangan para Mahasiswa ini berujung kecewa, mereka tidak bertemu camat dan mendapati Kantor Camat Pardamean di Kabupaten Simalungun ini sepi.


Koordinator Aksi Aliansi Mahasiswa GAMPERA, Armada Simorangkir mengatakan Camat Sahat Sidabutar tak kunjung datang menemui mereka.


Parahnya pegawai di sana juga tak mengetahui keberadaan pimpinannya di saat jam kerja.


Hal ini membuat Aliansi Mahasiswa geram karena camat tidak dapat dihubungi dan mereka merasa ditipu.


"Kami sangat merasa geram kepada Camat Dolok Pardamean ini karena ingkar atas ucapannya. Kami jauh datang dari Siantar kesini berpikir bahwa saudara Sahat Sidabutar menyambut kami dan masyarakat yang menjadi korban pemberhentian perangkat desa. Tapi nyatanya, kami merasa ditipu. Kami akan terus bergerak sampai kasus ini diusut tuntas dan keadilan tercipta," tegas Armada Simorangkir.


Ketua GAMPERA Pematangsiantar-Simalungun itu juga menerangkan bahwa Kasi Pemerintahan di Kantor Camat Dolok Pardamean tidak mengetahui keberadaan camat saudara Sahat Sidabutar.


Dikatakan Armada, Ketika Aliansi Mahasiswa menanyakan kepada Ibu Lisbet Situmorang selaku Kasi Pemerintahan di Kantor Camat itu, beliau mengatakan tidak mengetahui keberadaan Camat.


Upaya hubungi cellularnya sudah di lakukan namun Handphone Sahat Sidabutar tidak aktif.


"Saya merasa geli bahwa pegawai Kantor Camat Pardamean tidak ada yang mengetahui keberadaan camat mereka,” sebut Armada.


Mahasiswa lainnya, Lily Sandy Munthe, juga menambahkan bahwasannya Mahasiswa sedang mengumpulkan data-data perihal permasalahan pemberhentian perangkat desa di Dolok Saribu.


"Kami sedang mengumpulkan data-data agar lebih lengkap. Karena kami menganggap Camat Dolok Pardamean, saudara Sahat Sidabutar tidak menghargai kami dan ingkari perkataan yang disampaikan. Ini harus diusut dan dilawan demi keadilan. Tunggu saja Bapak Sahat Sidabutar yang terhormat. Hidup keadilan.....!!!," tegas Lily Munthe.


Penulis : Ari

Redaktur : Rudi