![]() |
Eduard Malau, warga Dusun Adian Padang, Desa Parbuluan V. (Foto/Dody). |
Dairi - nduma.id
5 tahun sudah Eduard Malau, warga di Desa Parbuluan V, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi tinggal di area kebunnya bersama beberapa warga lainnya hidup tanpa listrik.
Eduard mengeluhkan infrastruktur yang tidak tersentuh sampai ke areal perkebunan dan tempat tinggal mereka yang ada di Dusun Adian Padang.
Ada sekitar 10 keluarga katanya yang belum mendapatkan listrik.
"Akses listrik itu, sama jalan itu ga bisa sampe ke kita. Tinggal 500 meter lagi dari jalan pengerasan. Tanah merah itu yang ga bisa dilewati," kata Eduard Malau kepada nduma.id, Senin 21 Juli 2025.
Menurutnya jalan di tempatnya masih berupa tanah merah.
Sehingga sulit dilewati, apa lagi ketika turun hujan.
Katanya selama ini Ia sudah menyampaikan keluhan dan permohonannya kepada Kepala Desa Parbuluan V dan juga ke beberapa pihak lainnya.
"Sudah menyampaikan surat resmi ke Kepala Desa 1 tahun lalu. Ke PLN, minta tolong sama Kepala Dinas Pertanian, dah minta tolong melalui PLN mobile aplikasi, bayar, ga tembus," ungkapnya.
Katanya selama ini ia hanya mendapatkan jawaban tanpa solusi yang pasti.
"Ga ada. cuma kata sabar lah, sabar lah," ujar Eduard.
Di lahan seluas 4 Hektar, Eduard bertani kopi dan beternak sapi.
Katanya, akibat tidak adanya listrik di tempatnya, untuk mendukung pertanian dan peternakannya, 10 ekor ternak sapinya sampai mati.
"Mati semua, dah setengah tahun yang lalu," terangnya.
Ia merasa kesulitan karena tidak adanya fasilitas listrik.
"Untuk dirumah, dan operasional pertanian ini lah. Karena tanpa listrik kan kita repot kali. Misalnya batre untuk menyemprot," bebernya.
Terkait infrastruktur jalan, katanya sangat sulit dilewati ketika hujan datang
"Kalau hujan ga bisa kita lewati. Trus, habis uang untuk beli batu. Mandiri kali lah kami. Sebelah kami sudah pasang aspal, cuma kami minta pengerasan jalan aja ga bisa," keluh Eduard Malau.
Menurut penyampaiannya, ia sudah mengajukan pemasangan instalasi listrik ke pihak PLN.
Baik ke UPT PLN yang ada di Sidikalang, maupun melalui online.
"Jadi bingung kali aku bapak. Bikin pakai PLN mobile sudah. Permohonan anda disetujui gitu kan.Trus selanjutnya dalam 1 × 24 jam lakukan pembayaran. Kita bayar," ujarnya.
"Datang orang PLN bilang sudah ok, orang survey bilang sudah ok. Baru nanti ada lagi meeting online, orang PLN bilang, ga bisa pak, ini dikembalikan uangnya," ungkap Eduard.
Bahkan dia sudah membeli KWH meter.
Bahkan katanya ketika mendaftar melalui PLN Mobile, dia sudah mengeluarkan uang sekitar 28 juta rupiah.
Namun permohonannya tetap tidak disetujui dan, akhirnya uangnya dikembalikan, namun belum seluruhnya.
"28 juta itu. Kembali cuma 26. Dah dikembalikan 26, tinggal 2 juta 7 ratus lagi," terangnya.
"Dibalikkan, cuma sebagian masih. Pake ini, aplikasi PLN Mobile kata mereka, lagi kita usahakan dikembalikan lagi," lanjutnya.
Menurutnya 1 Km dari tempatnya sudah dialiri listrik.
Katanya tanpa infrastruktur yang mendukung, mereka hanya mampu untuk bertahan hidup aja.
"Padahal kita mau mendukung pemerintah ini, ketahanan pangan, ekonomi pedesaan," tuturnya.
Untuk memajukan pertanian, katanya ia masih terus berjuang.
"Kita cuma butuh listrik, butuh jalan," ujarnya.
Katanya tidak pernah ada solusi atau kepastian yang diberikan oleh pihak terkait kepadanya.
"Ga tau juga solusinya gimana. Hanya tunggu, tunggu, tunggu," ucapnya.
Sejak 2023 ia sudah mengajukan permohonan.
Bahkan katanya Bupati Dairi periode sebelumnya sudah 3 kali datang ke tempatnya.
"Dah ketemu Bupati pun. Ketemu, datang dia ke situ, ke lahan kita 3 kali. Dah ku minta listrik, iya iya katanya," ujarnya.
"Kita pikir dah datang lah Bupati ini 3 kali adalah perhatiannya, gitu kan. Kita kan mendukung pertanian, memajukan pertanian di Kabupaten Dairi," lanjutnya.
Eduard Malau berharap Pemerintah Kabupaten Dairi maupun instansi terkait lainnya dapat mengakomodir kebutuhan mereka.
Karena menurutnya listrik termasuk kebutuhan dasar hidup manusia, dan hak azasi masyarakat Indonesia.
"Ada harapan ini Bupati mantan Direktur PLN. Tapi kalau ga jelas juga, mungkin kami akan bikin surat terbuka, langsung ke Prabowo," tandas Eduard Malau.
Penulis : Dody
Redaktur : Rudi