![]() |
| Suasana FGD DLAM tangka hari pers. (Foto /Junjungan). |
Samosir - nduma.id
Komunitas Warkop Jurnalis Kabupaten Samosir bekerja sama dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) akan menggelar diskusi teknis jurnalistik spesial, dengan menghadirkan Dewan Pers sebagai narasumber utama.
Kegiatan ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam meningkatkan kapasitas dan profesionalisme wartawan di tanah Batak Toba.
Rencana diskusi ini merupakan kelanjutan dari dialog publik yang sukses digelar di Pangururan pada Jumat 13 Februari 2026.
Dalam pertemuan sebelumnya, berbagai unsur pemerintah dan masyarakat sepakat bahwa penguatan pemahaman terhadap standar kerja jurnalistik adalah kebutuhan mendesak di tengah perkembangan informasi yang semakin cepat.
"Kita akan fokus pada aspek teknis yang mendasar, mulai dari pendalaman kode etik hingga standar kompetensi yang harus dimiliki wartawan. Tujuannya jelas – untuk memperkuat kualitas pemberitaan dan meningkatkan tanggung jawab profesional insan pers di Samosir," ujar Ketua Warkop Jurnalis, Hotdon Naibaho.
Dukungan kuat datang dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Samosir.
Kepala Dinas Kominfo, Immanuel Sitanggang, menekankan peran strategis pers sebagai mitra pemerintah dalam menyampaikan informasi pembangunan.
"Pers harus mampu menyajikan berita yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas wartawan adalah hal yang tidak bisa ditunda," jelasnya.
Tak hanya itu, Kasi Humas Polres Samosir, AKP R. Simarmata, juga mengapresiasi langkah ini.
Menurutnya, pemahaman yang baik tentang etika dan regulasi jurnalistik akan mempererat sinergi antara aparat keamanan dan media, sekaligus meminimalkan kesalahpahaman dalam penyampaian informasi.
Melalui agenda ini, semua pemangku kepentingan berharap dapat menciptakan iklim pemberitaan yang lebih sehat dan edukatif, sekaligus mendukung terwujudnya keamanan serta ketertiban masyarakat yang kondusif di Kabupaten Samosir.
Penulis : Junjungan
Redaktur : Rudi
