![]() |
| Kabag Ekonomi Pemkab Dairi Lipinus Sembiring. (Foto/Rudi). |
Dairi – nduma.id
Antrian kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Dairi Sumatera Utara sudah terlihat parah sejak 3 hari terakhir.
Bahkan pengendara roda 4 mulai mengantri sejak malam hari, karena pasokan BBM kerap habis dalam waktu singkat.
Untuk menghindari kemacetan, petugas Polres Dairi terlihat berjaga di lokasi SPBU dan mengatur arus kendaraan.
Kepala Bagian Ekonomi Pemkab Dairi, Lipinus Sembiring, menjelaskan bahwa suasana panik ini disebabkan oleh khawatir masyarakat tidak mendapatkan BBM, padahal pasokan dikatakan tetap normal dan tidak ada pengurangan.
"Jumlah penyaluran BBM kita saat ini memang sudah kita evaluasi, dan masih cukup. Agar tidak terjadi kekosongan di SPBU agar masyarakat bijak membeli BBM," kata Lipinus, Jumat (6/3/2026).
Menurut dia, kuota BBM Tahun 2026 untuk Kabupaten Dairi sudah ditetapkan BPH Migas.
Biosolar sebanyak 12.811 KL per tahun atau rata-rata 1.068 KL/bulan dan Pertalite 21.954 KL per tahun atau rata-rata 1.830 KL/bulan.
Data pemantauan Januari-Februari 2026 menunjukkan penyaluran masih memenuhi kebutuhan, bahkan untuk Maret 2026 pengiriman akan ditambah mengantisipasi kebutuhan saat Hari Besar Keagamaan Negara (HBKN).
Kekhawatiran terkait kenaikan harga minyak global akibat perang di Timur Tengah juga dinyatakan belum berpengaruh langsung terhadap pasokan nasional.
Karena itu, Lipinus menghimbau masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan atau penimbunan BBM dan LPG, karena hal tersebut melanggar peraturan dan berisiko hukum.
Pemkab Dair saat ini katanya akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menjaga kelancaran distribusi energi, terutama menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.
Penulis : Rudi
Redaktur : Son
