![]() |
| Suasana sosialisasi literasi publik pertambangan bertanggung jawab di Hotel Beristra. (Foto/Fajar). |
Dairi - nduma.id
PT Dairi Prima Mineral (DPM) menggelar sosialisasi literasi publik tentang pengelolaan pertambangan bertanggung jawab sekaligus buka puasa bersama di Hotel Beristra, Kecamatan Sitinjo, Kabupaten Dairi Sumatera Utara. Jumat 6 Maret 2026.
Acara yang dihadiri tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan awak media ini berlangsung khidmat dengan diwarnai tausiah Ramadhan.
Baiq Idayani, Supervisor External Relations PT DPM, menjelaskan buka puasa bersama merupakan rangkaian kedua kegiatan yang digelar hari itu.
Sebelumnya pada pagi hari, pihaknya telah menyelenggarakan sosialisasi bersama pemerintah Kabupaten Dairi dan sejumlah komponen masyarakat.
"Kami pagi tadi bersama Pemkab Dairi, ada Pak Bupati, Sekda, 15 kepala desa, 2 lurah, bersama seluruh instansi terkait untuk membahas tentang pengelolaan pertambangan yang benar," ujar Idayani.
Kemudian menurut Ida, rangkaian kegiatan tidak berhenti di situ.
Pada Sabtu 7 Maret 2026, DPM juga akan melanjutkan sosialisasi literasi publik tentang pengelolaan pertambangan bertanggung jawab langsung ke masyarakat sekitar wilayah tambang di Kecamatan Silima Pungga-pungga.
"Untuk lebih dekat dengan masyarakat lingkar tambang, kami memberikan pemahaman tentang dunia pertambangan sekaligus menjalin silaturahmi yang erat," tandas Ida.
Untuk memperkuat materi sosialisasi itu, pihaknya menghadirkan Andi Yahya Hakim sebagai narasumber, ahli dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Institut Tekhnologi Bandung atau LIPI ITB.
Sebagai dosen Teknik Pertambangan ITB, Andi Yahya menjelaskan secara rinci tentang konsep penambangan yang baik dan berkelanjutan.
"Saat ini kita mengenal beberapa jenis tambang, mulai dari terbuka hingga bawah tanah. Setiap proses produksi memiliki tahapan khusus, termasuk pengelolaan bahan yang tidak bernilai ekonomis yang akan dicampur dengan semen dan kerikil untuk dimasukkan kembali ke terowongan sebagai bentuk reklamasi," jelas Andi Yahya.
Ia juga menambahkan nantinya perusahaan akan melakukan pemantauan ketat terhadap kondisi lingkungan sekitar.
"Kita akan memasang sumur pantau untuk memantau kualitas dan kandungan kimia air sebelum, selama, dan setelah operasi berjalan. Ini sebagai bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat," ujarnya.
Menurut Andi Yahya, saat ini DPM masih dalam tahap penyelesaian perizinan dan belum melakukan aktivitas produksi apapun.
"Kegiatan hari ini lebih fokus pada edukasi agar masyarakat bisa membedakan mana yang disebut tambang yang baik dan bertanggung jawab, serta mana yang tidak," jelasnya.
Dalam sosialisasi tersebut, DPM juga menyampaikan perusahaan akan menggunakan sistem penambangan bawah tanah sehingga tidak memerlukan Tailing Storage Facility (TSF).
Semua proses pertambangan telah melalui kajian mendalam oleh para ahli dan memenuhi berbagai persyaratan regulasi seperti AMDAL dan studi kelayakan.
Penulis : Rudi
Redaktur : Son
