Siantar

Siantar
Selasa, 10 Maret 2026, 18:24 WIB
Last Updated 2026-03-10T11:34:45Z
Badan Penanggulangan Bencana DaerahBasarnasDairiHanyutLae Semblin

Hari ke 3 Pencarian Bocah Hanyut di Lae Sembelin Dairi Masih Berlanjut

Tim SAR saat melakukan pencarian di aliran Lae Sembelin. (Foto/Istimewa).

Dairi - nduma.id

 

Pencarian bocah laki-laki berusia 12 tahun bermarga Sinaga yang hanyut di Sungai Lae Sembelin, Desa Bakkal Gajah, Kecamatan Silima Pungga-pungga, Kabupaten Dairi Sumatera Utara masih terus berlanjut. Selasa 10 Maret 2026. 


Di Hari ke 3,  tim SAR gabungan menelusuri 5 titik lokasi.

 

Camat Silima Pungga-pungga Edwin Nababan, mengatakan titik pencarian hari ke 3 meliputi aliran sungai di desa Bakkal, Simungun, Sopo Butar, Lae Pangaroan, hingga ke Lae Gonggonan. 


Meski demikian hingga Selasa sore, pencarian belum membuahkan hasil.


"Kita melibatkan berbagai pihak mulai dari warga masyarakat, pemerintah desa, Forkopimcam, Tim BPBD Kabupaten Dairi, Basarnas Medan, hingga paranormal," kata Edwin.


Terkait peristiwa ini, Edwin menghimbau agar semua pihak tetap waspada dalam proses pencarian dengan memperhatikan keselamatan, bagi warga yang melihat tanda - tanda korban agar segera melaporkan kepada petugas.

 

Frawiro Manullang Tim Basarnas Kantor SAR Kelas A Medan menjelaskan bahwa upaya pencarian dilakukan dengan tiga metode.


"Pertama pencarian darat di daerah yang dicurigai menjadi lokasi korban. Kedua, kita gunakan drone thermal untuk menelusuri alur sungai. Ketiga, dipasang jaring penangkap dengan bantuan potensi SAR," katanya.

 

Sebelum pencarian hari ke 3, tim SAR gabungan melakukan briefing dan asesmen awal sebelum tim dibagi menjadi dua Satuan Rescue Utama (SRU). 


SRU 1 melakukan pencarian darat di sisi kanan dan kiri sungai arah hilir sejauh ± 1 kilometer, sedangkan SRU 2 menggunakan drone thermal untuk menelusuri area dengan radius ± 2 kilometer di arah hilir sungai.

 

Unsur SAR yang Terlibat adalah tim Rescue KPP Medan 7 orang.


Polsek Silima Pungga-pungga 2 orang, BPBD Kabupaten Dairi 5 orang, perangkat desa 2 orang, masyarakat dan Keluarga korban 20 orang.

 

Alat dan perlengkapan SAR yang digunakan Rescue Car Carrier 1 unit, Rescue Car Double Cabin 1 unit, perahu rafting 1 unit, perlengkapan Air Rescue, 1 set, perlengkapan pendakian 1 set, perlengkapan medis 1 set, perlengkapan komunikasi 4 unit, drone thermal 1 unit, starlink 1 unit, genset 1 unit, dan APD Pribadi.


Sebelumnya diberitakan korban yang merupakan siswa kelas 6 SD diketahui hanyut saat mandi bersama empat rekannya setelah pulang sekolah pada Minggu 8 Maret 2026 lalu, sekitar pukul 11.00 WIB. 


Namun, bocah berdomisili di Dusun 2 Desa Bakkal Gajah ini tiba-tiba terbawa arus sungai.


Penulis : Rudi

Redaktur : Son