![]() |
| Kepala Rumah Tahanan Negara kelas IIB Sidikalang Loviga Ferdinanta Sembiring saat memberikan remisi. (Foto/Rudi). |
Dairi - nduma.id
Suasana khidmat dan haru terasa di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sidikalang pada hari pertama Idul Fitri 1447 H. Sabtu 21 Maret 2026.
Sebanyak 182 warga binaan yang beragama Islam terlihat khusyuk melaksanakan sholat Idul Fitri di halaman lapangan rutan.
Tidak hanya warga binaan, sholat Idul Fitri juga diikuti oleh pegawai Rutan yang beragama Islam.
Suasana haru semakin terasa saat seluruhnya mendengarkan ceramah dari ustad Irwan Sidebang.
" Ada 182 warga binaan disini yang beragama Islam," kata Brema Barus, Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka.KPR) Kelas IIB Sidikalang.
Kepala Rumah Tahanan Negara kelas IIB Sidikalang Loviga Ferdinanta Sembiring menyampaikan, idul Fitri Fitri 1447 hijriah memiliki makna berbeda bagi warga binaan.
Bukan hanya sekedar merayakan tetapi memiliki makna yang lebih dalam.
" Mereka sangat bersyukur karena sampai saat ini bisa merayakan Idul Fitri meski dalam suasana berbeda," sebut Loviga.
Penyerahan remisi khusus Idul Fitri kepada 164 warga binaan dilakukan secara simbolis oleh Loviga Ferdinanta Sembiring di aula rutan sidikalang.
Dari 164 warga binaan penerima remisi, satu diantar menerima remisi langsung bebas, sedangkan 2 orang lainnya menerima remisi pidana pengganti atau subsider.
Suasana bahagia pun semakin terpancar dari warga binaan yang menerima remisi khusus Idul Fitri ini.
Di rutan Sidikalang saat ini ada sebanyak 432 warga binaan.
Remisi biasanya diberikan kepada warga binaan sebagai pengurangan masa hukuman karena berkelakuan baik dan aktif mengikuti program pembinaan, sebagai bentuk apresiasi negara, motivasi untuk memperbaiki diri, serta mempercepat reintegrasi sosial.
Remisi juga bertujuan mengurangi tingkat frustrasi warga binaan, mencegah gangguan keamanan di rutan, serta mengatasi over kapasitas.
Penulis : Rudi
Redaktur : Son
