![]() |
| Aktivis mahasiswa menggelar aksi kritis memancing di air tergenang di depan Kantor Bupati Dairi. (Foto/Dody). |
Dairi - nduma.id
Bentuk protes yang unik sekaligus menyentuh hati ditunjukkan oleh para aktivis muda di Kabupaten Dairi. Senin 27 April 2026.
Mereka adalah fungsionaris KNPI Sumatera Utara, Arifatullah Manik, Ketua GMNI Dairi, Andi Silalahi, Ketua HMI Dairi, Dike Simbolon, Ketua PMII Dairi, Prada Maha, serta Ketua IPNU Yoki Bintang.
Lima aktivis muda yang tergabung dalam Forum Peduli Lingkungan dan Sosial Kabupaten Dairi ini menggelar aksi simbolis dengan memancing ikan dan menanam jagung di lubang-lubang jalan yang rusak.
Aksi ini digelar sebagai bentuk kritik atas buruknya kondisi infrastruktur yang dinilai terabaikan oleh pemerintah daerah.
"Slogan JATAGENA (Jalan Tanpa Genangan Air. red) yang digaungkan Bupati Dairi berbanding terbalik dengan fakta di lapangan. Kenyataan yang ditemui di lapangan, banyak ruas jalan berlubang yang digenangi air," ucap Andi Silalahi, usai melakukan aksi.

Sejumlah mahasiswa saat melakukan aksi menanam jagung di ruas Jalan Pakpak - Sidikalang. (Foto/Dody).
Andi Silalahi menyebut janji Jatagena itu jauh berbeda dengan keadaan yang ada di lapangan.
Karena itu Andi dan teman-temannya melakukan aksi sindiran keras terhadap Pemkab Dairi, yang dinilai kurang memperhatikan kebutuhan dasar masyarakat umum atas akses jalan yang aman untuk dilalui.
Aksi yang dilakukan adalah memancing ikan dan menanam jagung di sejumlah ruas jalan rusak, seperti di Jalan Pakpak, Jalan Merdeka, Simpang Jalan Nusantara, dan di depan Kantor Bupati Dairi, Jalan Sisingamangaraja.
"Kita ketahui, di kabupaten Dairi banyak jalan rusak dan yang sudah lama diabaikan. Bahkan berlarut-larut dibiarkan, sampai memakan korban," tandas Andi.
Kritik tak berhenti hanya di situ.
Aktivis lainnya, Arifatullah Manik menyayangkan alokasi anggaran yang dinilai kurang tepat sasaran.
Di saat rakyat kesulitan karena akses jalan yang buruk, pemerintah justru mengalokasikan dana miliaran rupiah untuk konsumsi dan ratusan juta rupiah khusus untuk pakaian dinas pejabat daerah.
"Kami melihat bahwasanya pemerintah saat ini tidak hadir melihat penderitaan masyarakat, lebih mementingkan kelompok dan diri sendiri," ujar Arifatullah Manik.
"Kita ketahui bahwasanya Presiden Prabowo mengintruksikan efisiensi anggaran, tapi Bupati malah menganggarkan makan minum miliaran, dan membeli pakaian dinas, Kami sebagai masyarakat mempertanyakan bagaimana kondisi jalan saat ini," imbuhnya lagi.
Melalui aksinya ini, Yoki Bintang berharap para pembuat kebijakan segera membuka mata dan hati.
Ia meminta pemerintah untuk menyusun prioritas yang jelas, sehingga setiap program dan anggaran yang digunakan benar-benar memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
"Semoga dengan pergerakan ini pemerintah dapat langsung menentukan arah prioritas. Pemerintah Kabupaten Dairi harus memperhatikan prioritas arah kebijakan yang dapat membantu masyarakat," kata Yoki Bintang.
Salah seorang masyarakat sekitar, Rukun Sinamo yang bermukim di sekitar Jalan Pakpak mengutarakan bahwasanya telah banyak korban yang jatuh akibat daripada kerusakan jalan tersebut.
"Jalan ini sudah tiga kali ditambal. Setiap kali ditambal, ada yang jatuh di sini. Sudah banyak korban di sini. Harapan kita, janganlah sampai ada korban jiwa," ungkap Rukun Sinamo.
Masyarakat Kabupaten Dairi berharap, Pemerintah Kabupaten Dairi dapat menentukan arah prioritas kebijakan yang bermanfaat langsung terhadap masyarakat, dan tidak menghamburkan anggaran untuk hal yang tidak memberikan manfaat terhadap masyarakat.
Penulis : Dody
Redaktur : Rudi
