Siantar

Siantar
Selasa, 07 April 2026, 10:24 WIB
Last Updated 2026-04-07T10:27:01Z
Bank SumutPemegang SahamSianțar

Wali Kota Pematangsiantar Ikut RUPS Bank Sumut, Bobby Nasution Pacu Naik Kelas di 2026

Wesly Silalahi nengok nengok rapat RUPS di lantai 10 Kantor Pusat Bank Sumut, Medan, Senin 6 April 2026. (Foto/Diskominfo).

Sianțar - nduma.id


Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi, SH, MKn, menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Buku 2025 PT Bank Sumut yang dipimpin langsung oleh Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution.


Acara berlangsung di Lantai 10 Kantor Pusat Bank Sumut, Jalan Imam Bonjol Nomor 18, Medan, Senin 6 April 2026.

 

Dalam rapat tersebut, Bobby Nasution memacu PT Bank Sumut (Perseroda) untuk segera "naik kelas". 


Bersama para pemegang saham lainnya, disepakati target untuk masuk ke kategori Kelompok Bank dengan Modal Inti (KBMI) 2.


Hal ini menjadi krusial mengingat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana menghapus atau mengonsolidasikan bank-bank kategori KBMI 1 pada tahun 2029.

 

KBMI 2 merupakan kelompok bank menengah dengan modal inti berkisar Rp6 triliun hingga Rp14 triliun. 


Saat ini, modal inti Bank Sumut mencapai Rp5,2 triliun, yang berarti masih membutuhkan tambahan sekitar Rp800 miliar untuk memenuhi syarat KBMI 2.

 

"Aturan OJK di 2029 untuk bank itu minimal Rp6 triliun, yang sudah masuk KBMI 2. Jadi, sebagai pemegang saham, pemerintah daerah sepakat kita harus mengejar modal Rp6 triliun," tegas Bobby usai RUPS.

 

Untuk mencapai target tersebut, para pemegang saham yang terdiri dari Pemprov Sumut dan pemerintah kabupaten/kota se-Sumut sepakat menyetorkan kembali 15% dividen tahun 2025 sebagai modal di tahun 2026. 


Selain dari dividen, Pemprov Sumut juga berencana menambahkan modal sebesar Rp100 miliar tahun ini, sementara Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan merencanakan penambahan sekitar Rp70 miliar.

 

"Ada yang menanggarkan seperti Tapsel, perencanaannya di 2025 dituangkan ke APBD untuk menambahkan kurang lebih Rp70 miliar, termasuk 15% dividen. Kami dari Provinsi Sumut selain inbreng aset kemarin, ada penambahan Rp100 miliar lagi," jelas Bobby.

 

Gubernur Bobby juga berharap Bank Sumut tidak terlalu bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). 


Salah satu langkah strategis yang diminta adalah memperbanyak variasi produk agar bisa bersaing secara ketat dengan bank-bank lain.

 

"Upaya yang kita harapkan, pertama dari sisi dana pihak ketiga jangan kemahalan. Kedua, produknya harus banyak, jangan cuma mengandalkan APBD dan ASN," pungkasnya.

 

RUPS ini dihadiri oleh para kepala daerah kabupaten/kota se-Sumatera Utara, jajaran komisaris, direksi Bank Sumut, serta perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dari Pemprov Sumut dan pemerintah daerah lainnya.

 

Penulis: Ari

Redaktur: Rudi