![]() |
| Kantor Bupati Dairi. (Foto/Dody). |
Dairi - nduma.id
Bupati Dairi Vickner Sinaga menanggapi soal dugaan praktik jual beli jabatan yang belakangan ini menjadi perbincangan di sejumlah media dan masyarakat Kabupaten Dairi.
Vickner mengaku hal ini sedang dikaji tim kecil Pemkab Dairi.
Ia juga menjelaskan banyak oknum yang mengaku-ngaku bisa memberikan jabatan di Pemerintahan Kabupaten Dairi dengan memberikan sejumlah uang.
Bahkan politisi Partai Golkar ini mengaku pernah menangkap kwitansi panjar terkait jual beli jabatan ini.
"Banyak oknum yang ngaku-ngaku. Bahkan ada yang kami tangkap "kuitansi panjar", sejak Januari 2025 (berarti bupati / wakil bupati belum dilantik). Dan bisa saja, masih banyak," tulis Bupati melalui pesan WhatsApp, Selasa (19/5/2026),
Ia juga menyinggung soal dugaan penipuan yang pernah terjadi di Perumda Kabupaten Dairi yang terjadi beberapa waktu lalu.
Dalam kasus ini, korban dimintai uang rata-rata 30 Juta perorang agar bisa menjadi pegawai Perumda Pembangunan Dairi.
"Seperti 38 yang tertipu. Katanya akan dilantik jadi pegawai BUMD Pembangunan. Kini sedang ditangani aparat hukum. Kita tunggu kebenaran sejatinya," tandas Bupati.
Kepada media, Vickner memastikan jual beli jabatan tidak pernah terjadi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Dairi.
" Dimana itu... memang ada?. Kaya kali lah guru itu?. Yang saya tahu, di Dairi, tak ada menyogok mulai dari Kadisdik/staf, KBKSDM/staf, Sekda. Karena semua 80 an calon kepala sekolah, tetap harus persetujuan BKN, Jakarta. Tentu karena segala persyaratan terpenuhi," ujar Vickner.
Ia menjelaskan, proses pengangkatan jabatan, khususnya bagi sekitar 80 calon kepala sekolah, sangat ketat dan sepenuhnya mengikuti aturan yang berlaku.
Salah satu syarat mutlaknya adalah persetujuan resmi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat di Jakarta melalui sistem aplikasi terpadu.
Hingga saat ini katanya, persetujuan baru diterima untuk kurang dari separuh jumlah calon yang ada.
"Yang baru dapat persetujuan, belum separuh. Semoga BKN tuntas memberikan persetujuannya, bulan ini agar semua kepsek sudah dilantik Juni ini. Sistemnya ketat, lewat aplikasi BKN. Jangan kuatir, jika memenuhi persyaratan, pasti dilantik. Yg mencoba coba diluar sistem, pasti tdk punya jalan. Pantas juga diragukan "integritasnya," sebut Vickner.
Sebelumnya Kabar praktik tidak sehat dalam proses pengisian jabatan di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Dairi ini mencuat di pemberitaan berbagai media online.
Seorang guru di lingkup Pemerintah Kabupaten Dairi berinisial JS meminta kembali uangnya senilai 80 juta rupiah yang diserahkan kepada oknum mengaku orang dekat atau keluarga Bupati Dairi Vickner Sinaga berinisial PS.
Uang tersebut dimaksudkan untuk memuluskan nama sang guru mengisi jabatan kepala sekolah.
Namun harapan tersebut pupus, posisi yang ia harapkan diisi oleh orang lain.
Ha ini memberikan respons negatif di masyarakat Kabupaten Dairi.
Penulis : Rudi
Redaktur : Lilik
