![]() |
| Screenshoot tampilan FB. |
Dairi - nduma.id
Postingan dan komentar dua akun media sosial (medsos) Facebook "Vickner Bupati Dairi" dan "Vickner Sinaga" sangat disayangkan para aktivis mahasiswa di Kabupaten Dairi.
Postingan akun tersebut diduga buntut dari aksi mahasiswa yang melakukan kritik kepada Pemerintah Kabupaten Dairi, yang dinilai abai terhadap kebutuhan dasar masyarakat akan akses jalan yang baik dan aman.
"Dapat Kiriman Video sedang perbaikan jalan. Ada keluhan beberapa pengguna jalan. Padahal bulan 6 ini, sudah kita anggarkan untuk Hotmix. Jalan ini salah satu titik perbaikan dari lebih kurang 200 titik yang akan kita benahi, hanya menunggu administrasi karna cukup panjang prosesnya," narasi dalam postingan akun Facebook Vickner Bupati Dairi, Selasa (28/4/2026).
Kemudian postingan tersebut mendapat beragam komentar, salah satunya dari akun Facebook Haposan Siboro.
"Dempul.......sisip," komentar akun tersebut.
Komentar tersebut kemudian mendapat balasan dari akun Facebook Vickner Sinaga.
"Terima kasih atas nyiyirannya. Didempul dan disisip oleh warga yg peduli pun salah. Ratusan kali dijelaskan, syukur sudah berhasil di raih anggarannya. Sudah disurvey konsultan utk membuat RAB nya. Kini proses tender sesuai aturan baku. Bulan Mei mulai pelaksanaan. Kurang apa lagi, perjuangan para pamong Dairi? Masih di "nyinyiri" sekelas tokoh?..akademisi???"balas akun Facebook Vickner Sinaga.
Kemudian pada pada Kamis kemarin, akun Facebook Vickner Bupati Dairi kembali memposting sesuatu yang berisi narasi masih terkait dengan aksi kritik mahasiswa.
"Ada Beberapa Mengaku berpendidikan. sudah duduk di bangku Kuliah. Mengkritik Jalan Berlobang, kita sudah memasukkan titik Jalan itu Akan di perbaiki, dan kita usahakan Bulan 8 Selesai berkisar 200 titik. Mereka ngotot dengan cara sarkasme, agar jalannya segerah di perbaiki," potongan narasi postingan akun Facebook Vickner Bupati Dairi, Kamis (30/4/2026).
Menanggapi hal itu, Ketua GMNI Dairi, Andi Silalahi, angkat bicara.
Ia menilai postingan dan komentar tersebut telah mencederai kebebasan berpendapat dan berekpresi, khususnya kepada pihak yang kritis.
"Ini komentar melukai hati kami selaku pemuda yang peduli kampung halaman kami. Komentar itu sangat menyayat hati kami ketika kami sampaikan kebenaran ataupun aspirasi dianggap nyinyir," kata Ketua GMNI Dairi, Andi Silalahi, Jumat (1/5/2025).
"Apakah kami salah? Menunjukkan dan menyampaikan keresahan di publik?" tambahnya.
Menurut Andi, apa yang dilakukan para mahasiswa merupakan bentuk kecintaan mereka kepada Dairi. Mereka hanya berharap apa yang diinginkan masyarakat menjadi prioritas program pemerintah.
"Informasi yang kita dapatkan bahwa jalan rusak itu kerap kali memakan korban hingga luka akibat lobang dan air tergenang. Apalagi malam hari sering terjadi benturan ke sepeda motor hingga menimbulkan kerusakan," jelas Andi.
"Kami lakukan gerakan spontanitas karena kami prihatin atas keluhan masyarakat," imbuhnya.
Andi berharap, apa yang dilakukan para aktivis mahasiswa tidak dianggap sebagai sebuah nyinyiran.
"Saya tidak tahu akun ini apa benar bapak Bupati Dairi yang menggunakan, atau ada yang menggunakan akunnya.
Mohon agar kami jangan dianggap nyinyir," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua IPNU Dairi, Yoki Bintang juga sangat menyayangkan postingan dan komentar tersebut datang dari seorang pemimpin.
"Beginikah caranya dalam memberikan pernyataan serta pandangan pemimpin kepada masyarakat?" ucap Ketua IPNU Dairi, Yoki Bintang.
Terpisah, Bupati Dairi, Vickner Sinaga saat dikonfirmasi mengenai kebenaran akun tersebut apakah memang miliknya dan dikelola olehnya, menjawab bahwa banyak akun medsos dengan nama dirinya.
"Di dunia maya yang serba maya ini, banyak akun inisialnya Vickner Sinaga dengan varian dan turunannya," jelas Vickner kepada wartawan melalui pesan WhatsApp.
"Dari isi posting pun terlihat kualitas hingga message terkandung di dalamnya. Ada yg motifnya tak jelas hingga tingkat mencari keuntungan," tambahnya.
Vickner juga mengatakan telah banyak yang menanyakan hal itu kepadanya.
Bupati Dairi itu juga mengaku telah beberapa kali melaporkan hal tersebut kepada pihak provider.
"Hingga ratusan kali para netizen menanyakan langsung ke saya lewat jaringan pribadi. Sepertinya betul-betul ada yang "curang". Beberapa kali kita laporkan ke provider," terangnya.
Ia juga mengatakan telah mengimbau agar tertib, terkait kegiatan bupati yang akan diunggah di medsos.
"Sepertinya ada juga yang justru di level baru belajar, terkesan netral hingga level support. Siapapun itu, sudah kami himbau agar fair dan tertib," sebutnya.
"Menghimbau agar terkait kegiatan bupati dan beritanya, cukup lewat Vickner Sinaga & Setkab Dairi. Plus Vickner Sinaga & Pemkab Dairi," imbuhnya.
Sementara untuk tujuan akademik dan edukatif, ia mengatakan hanya menggunakan satu akun.
"Untuk tujuan akademik dan edukatif, hanya satu akun Vickner Sinaga. Bisa dilihat dari substansi yang terkandung di dalamnya. Ini sudah lebih 8 tahun yang lalu," jelasnya.
"Saya sudah menghimbau agar yang di luar tiga akun ini, tidak ada yg mengatasnamakan atau mengaitkan dengan figur Vickner Sinaga," pungkasnya.
Penulis : Dody
Redaktur : Rudi
