![]() |
| Henra J Sinaga saat menemui massa pengunjuk rasa di depan kantor DPRD Dairi, Jalan Sisingamangaraja - Sidikalang. (Foto/Dody). |
Dairi - nduma.id
Di tengah jalannya aksi unjuk rasa oleh ratusan masyarakat di depan kantor DPRD Dairi, yang menolak diterbitkannya kembali izin lingkungan PT Dairi Prima Mineral (DPM), Henra J. Sinaga menjadi satu-satunya anggota dewan yang turun langsung menemui massa pengunjuk rasa.
Anggota DPRD Dairi dari Fraksi Solidaritas Pertaki itu datang menemui para pengunjuk rasa yang berorasi di depan kantor DPRD untuk menerima aspirasi yang disampaikan.
Usai berjalannya aksi, kepada awak media Henra menyampaikan bahwa menerima dan mendengarkan aspirasi masyarakat merupakan kewajiban mereka sebagai anggota dewan, dan menurutnya tidak ada alasan untuk menolak kehadiran masyarakat.
“Saya mewakili rekan-rekan di DPRD Dairi menerima aspirasi ini," ujar Henra Sinaga, Kamis (4/6/2026).
"DPRD merupakan rumah rakyat, sehingga tidak ada alasan untuk menolak kehadiran masyarakat yang ingin menyampaikan pendapatnya,” imbuhnya.
Legislator dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu memastikan bahwa apa yang menjadi tuntutan dari massa telah dicatat dan akan diteruskannya kepada pimpinan DPRD Dairi untuk kemudian dibahas lebih lanjut.
“Jika diperlukan, aspirasi ini juga dapat diteruskan ke pemerintah pusat,” ucapnya.
Terkait kekhawatiran masyarakat terhadap aktivitas pertambangan, khususnya aktivitas PT DPM yang menjadi tuntutan massa, Ketua PSI Dairi itu menilai bahwa kekhawatiran warga merupakan hal yang sangat wajar.
"Banyak pengalaman di berbagai daerah yang memang menunjukkan bahwa kegiatan pertambangan dapat menimbulkan dampak lingkungan apabila tidak benar-benar dikelola dengan baik," jelas Henra.
“Kita tidak bisa menutup mata bahwa ada daerah yang mengalami bencana akibat aktivitas tambang. Kekhawatiran masyarakat harus kita hargai dan menjadi perhatian bersama,” ungkapnya menambahkan.
Namun begitu, Henra juga mengingatkan bahwa investasi juga sangat dibutuhkan.
"Daerah juga membutuhkan investasi untuk dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat," terangnya.
Maka itu, menurutnya pertimbangan mengenai keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan perlindungan lingkungan hidup juga sangat diperlukan.
Ia mengibaratkan sebuah lampu yang membutuhkan kutub positif dan negatif untuk dapat menyalakannya.
"Ibarat sebuah lampu, diperlukan kutub positif dan negatif untuk menyalakannya. Begitu juga dengan pembangunan," ucapnya menjelaskan.
Oleh karena itu, ia menegaskan pentingnya keseimbangan antara kepentingan ekonomi dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan
"Kepentingan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja harus berjalan seiring dengan upaya menjaga lingkungan serta melindungi lahan pertanian masyarakat. Tantangan kita adalah menemukan titik keseimbangan di antara keduanya," tutup Ketua PSI Dairi itu.
Penulis : Dody
Redaktur : Rudi
.jpg)