Siantar

Siantar
Selasa, 04 Agustus 2026, 20:08 WIB
Last Updated 2026-08-04T13:08:59Z
DairiKementerian HukumKementerian Lingkungan Hiduppelatihan Pembuatan Kue dan KeripikPelatihan Pertukangan KayuPemberdayaan MasyarakatTambang

Dorong Kemandirian Ekonomi, PT DPM Bekali Warga Lingkar Tambang Keterampilan Usaha

Para peserta saat membuat keripik. (Foto/Istimewa).

Dairi - nduma.id


Komitmen nyata memajukan kesejahteraan warga sekitar wilayah operasional. 


PT Dairi Prima Mineral (DPM) melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), menggelar pelatihan pertukangan kayu serta pembuatan keripik dan aneka kue basah yang disesuaikan tepat dengan kebutuhan lokal.

 

Rangkaian pelatihan ini bukan digagas sembarangan, melainkan hasil dari pemetaan kebutuhan masyarakat secara mendalam oleh tim Tanggung Jawab Sosial (CSR) PT DPM. 


Tujuannya memastikan keterampilan yang diberikan selaras dengan potensi di desa-desa sekitar, sehingga bisa menjadi peluang usaha yang berjalan terus-menerus.

 

Pelatihan pertukangan kayu telah digelar pada 23 Juli 2026, melibatkan 12 peserta dari 4 desa lingkar tambang, Desa Tungtung Batu, Polling Anak-Anak, Longkotan, dan Bongkaras. 


Sebagian besar peserta memang sudah memiliki kemampuan dasar di bidang ini, namun ingin mengasah lebih tajam agar hasil kerjanya lebih berkualitas dan berdaya jual tinggi.

 

Sementara itu, 26 kelompok perempuan dari desa sekitar mendapatkan pelatihan pembuatan keripik dan kue basah yang digelar selama 2 hari, tepatnya 27 Juli 2026 hingga 28 Juli 2026 lalu.


Dalam pelatihan pembuatan keripik dan aneka kue, PT DPM menggandeng fasilitator dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop) Kabupaten Dairi untuk membagikan ilmu yang teruji di pasar.

 

Tak hanya sekadar resep dan teknik olahan, para ibu dibekali cara membuat keripik singkong, keripik pisang, serta aneka jajanan seperti kue tart, brownies, hingga bolu tape.


Harapannya, kelompok perempuan ini bisa segera merintis usaha rumahan yang menopang pendapatan keluarga.

 

Foto bersama peserta pelatihan pertukangan kayu. (Foto/Istimewa).

Di bidang pertukangan kayu, PT DPM bermitra dengan PT Karya Total Mandiri (Toko Furnitur Dalihan Natolu, Parongil) yang menurunkan fasilitator berpengalaman, Pak Dayan. 


Materi yang disampaikan mulai dari peluang usaha, cara pakai alat manual maupun elektrik, mengenal jenis kayu, hingga teknik membuat meja, kursi, lemari, kusen, kanopi, dan kerajinan kayu lainnya.

 

Poin paling menarik dari kedua pelatihan ini adalah peserta tidak hanya diajarkan cara memproduksi barang. 


Mereka juga dibekali ilmu strategi pemasaran, analisis peluang pasar, hingga tata kelola usaha yang benar. 


Hal ini dilakukan agar usaha binaan warga nantinya bisa berdiri tegak secara mandiri, profesional, dan tidak mudah terhenti.

 

Radianto Arifin, Chief Legal and External Relations PT Dairi Prima Mineral, menegaskan bahwa program ini adalah bukti nyata kehadiran perusahaan untuk kemajuan warga.

 

“Kami hadirkan inovasi program CSR ini agar masyarakat memiliki keahlian praktis yang bernilai ekonomi tinggi. Pelatihan pertukangan maupun pembuatan kue ini kami harap bisa membuka peluang usaha baru dan menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan bagi keluarga,” ujar Radianto, Selasa (4/8/2026).

 

Ia juga menyambut antusiasme tinggi yang ditunjukkan seluruh peserta. 


“Ini menjadi ruang berbagi pengalaman dengan pelaku usaha yang sudah lebih dulu sukses. Kami yakin keterampilan warga akan semakin terasah, mampu menghasilkan produk bernilai tambah, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi yang sesungguhnya,” tambahnya.

 

Sahmin Bako, salah satu peserta pertukangan dari Dusun Sopokomil pun, mengungkapkan rasa syukurnya. 


“Selama ini kami hanya mengandalkan kemampuan seadanya. Lewat pelatihan ini kami dapat ilmu baru, bisa bertukar pikiran dengan pengusaha sukses, dan makin bersemangat memajukan usaha pertukangan di desa kami,” katanya.

 

Senada disampaikan Vivi Aprianti, peserta pembuatan kue dari Desa Tungtung Batu. 


“Kami para ibu jadi punya keahlian baru untuk buka usaha dari rumah, sehingga bisa membantu penghasilan suami. Terima kasih PT DPM, program ini benar-benar sesuai dengan apa yang kami butuhkan,” tuturnya.

 

Rangkaian kegiatan ini menjadi tahap awal pembinaan kelompok usaha binaan PT DPM, yang selanjutnya akan terus didampingi hingga mampu bersaing di pasar yang lebih luas.


Penulis: Rudi

Redaktur: Son