![]() |
| Bupati Dairi, Vickner Sinaga bersama Bunda Paud Kabupaten Dairi, Ny. Rita Vickner Sinaga saat hendak meletakkan batu pertama di pondasi bangunan sekolah. (Foto/Dody). |
Dairi - nduma.id
Kepedulian terhadap dunia pendidikan kembali ditunjukkan oleh keluarga besar Marga Ujung di Desa Kalang Simbara.
Delphi Masdiana Ujung dan Saut Ujung kembali tergerak hatinya untuk menghibahkan tanah keluarga mereka di Desa Kalang Simbara, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, untuk dunia pendidikan.
Setelah bermusyawarah dengan kerabat, tanah seluas 1000 meter persegi dihibahkan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi untuk pembangunan sebuah sekolah negeri, TK Pembina II.
Setelah sebelumnya secara resmi diserahkan ke pihak pemerintah pada 2 Mei 2026 lalu, proses peletakan batu pertama pun akhirnya dilaksanakan pada Selasa 11 Agustus 2026.
Bupati Dairi, Vickner Sinaga bersama Bunda Paud Kabupaten Dairi, Ny. Rita Vickner Sinaga berkesempatan melakukan peletakan batu pertama, dan diikuti oleh unsur Forkopimda, Kepala OPD, Camat, Kepala Desa, BPD, tokoh agama, dan juga seluruh keluarga besar dari Delphi dan Saut Ujung.
Usai acara peletakan batu pertama, kepada awak media, Delphi berkesempatan menyampaikan mengenai apa yang mendorong mereka untuk mau menghibahkan tanah kepada pemerintah.
"Apa yang kami lakukan ini merupakan komitmen kami untuk meneladani orang tua kami," terang Delphi Masdiana Ujung.
"Orang tua kami dulunya berkeinginan kampung ini bisa menjadi kampung pendidikan," ucapnya menambahkan.
Menurutnya, dengan adanya fasilitas-fasilitas pendidikan di Kalang Simbara, dapat menjadi sarana untuk membangun para generasi muda di desa itu.
Delphi juga mengisahkan, untuk mewujudkan mimpi daripada orang tua mereka, pada tahun lalu mereka juga telah menghibahkan tanah seluas 1,5 hektare untuk pembangunan SMP Negeri 4 Kalang Simbara.
"Sama seperti misalnya SMP 4. Itu juga merupakan salah satu keinginan daripada orang tua kami, yang telah direncanakan sejak lama. Bagaimana supaya ada SMP di kampung ini" ungkapnya.
"Kalau SD sudah ada dua di kampung ini," imbuhnya.
Dikatakannya, sebelumnya di Kalang Simbara sudah ada sekolah PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini).
Namun karena keterbatasan dana operasional akhirnya sekolah tersebut pun telah tutup sejak beberapa tahun lalu.
"Selama kurang lebih tiga tahun sudah tidak ada paut di desa ini. Sementara di desa ini masih banyak teman-teman kta keluarga yang tidak mampu menyekolahkan anaknya TK atau PAUD ke kota atau ke tempat lain," ujarnya.
Terdorong dengan situasi itu, pihak Delphi dan keluarga pun berpikir bagaimana supaya ada sarana pendidikan untuk anak usia dini di desanya.
"Lalu kami coba komunikasikan dengan pihak Dinas Pendidikan. Oleh Dinas Pendidikan menyampaikan kalau pihak dinas bisa bantu mengupayakan anggaran dari pusat, tetapi harus disediakan tanahnya," jelas Delphi.
Hal itulah yang mendorong mereka untuk kembali menghibahkan tanah kepada pemerintah daerah, dengan harapan dapat membangun pondasi pendidikan untuk warga Desa Kalang Simbara.
Delphi berharap dengan berdirinya nanti sekolah ini tidak hanya sekadar menjadi bangunan gedung maupun sarana permainan saja.
"Melalui tutor atau gurunya nanti, kami berharap sekolah ini dapat menghasilkan anak-anak yang berkualitas. Guru nantinya dapat berkolaborasi dengan orang tua bagaimana membentuk karakter anak sejak usia dini, sehingga kelak anak-anak ini nantinya bisa jadi generasi penerus yang berkualitas, berkarakter, dan berdaya saing," pungkasnya.
Saut Ujung, yang merupakan abang kandung dari Delphi, sekaligus juga sebagai Ketua Forum Komunikasi Pemangku Hak Ulayat Pakpak Dairi (FKPHUPD), juga menyamoaikan bahwa apa yang mereka lakukan merupakan amanah daripada orang tua mereka.
"Orang tua kami menginginkan apa yang diwariskan kepada kami kiranya bisa menjadi berkat untuk banyak orang," kata Saut Ujung.
Ketua FKPHUPD itu juga berharap kiranya langkah yang mereka lakukan dapat diikuti oleh para pemangku hak ulayat lainnya.
"Saya berkeinginan, apa yang kita lakukan hari ini dapat dilihat dan didengar oleh saudara-saudara yang lain sesama pemangku hak ulayat di Kabupaten Dairi," ujarnya.
"Semoga saudara-saudara yang lain, marga-marga yang lain mendengarkan. Kiranya apa yang mereka warisi juga bisa menjadi berkat di masing-masing kampungnya," imbuh Ketua FKPHUPD itu.
Saut mengungkapkan bahwa apa yang disampaikannya bukanlah bentuk sentimen ataupun memojokkan, namun semata-mata sebagai bentuk ajakan baik.
"Bukan saya sentimen atau memojokkan. Tapi kiranya berkat yang kami terima, warisan yang kami terima dari nenek moyang kami bisa menjadi berkat untuk masyarakat banyak. Jangan pula berkat dari orang tua kami ini menjadi perkara di kemudian hari. Kiranya apa yang kami lakukan ini dapat juga turut menggerakkan hati saudara-saudara lainnya," ungkapnya mengakhiri.
Penulis : Dody
Redaktur : Rudi
