Siantar

Selasa, 25 Agustus 2026, 16:26 WIB
Last Updated 2026-08-25T09:26:09Z
Arung JeramDairiOlahraga

Miliki Potensi Besar, FAJI Dairi Butuh Dukungan Semua Stakeholder Kembangkan Arung Jeram

Ketua FAJI Kabupaten Dairi, Benryst Naibaho (jaket kuning). (Foto/Dody).

Dairi - nduma.id


Pesona keindahan alam yang dimiliki Kabupaten Dairi tak kalah pamor dengan daerah lainnya.


Aliran panjang sungai di Dairi memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata air.


Hal itu terlihat dengan kedatangan 6 orang warga negara asing (WNA) asal Inggris pada Kamis petang 20 Agustus 2026 lalu.


Keenam WNA itu berencana memacu adrenalin mereka dengan menjajal arus Sungai Lae Renun.


Keinginan keenam WNA itupun akhirnya terwujud pada hari Sabtu 22 Agustus 2026. 


Dengan menggunakan kayak, mereka menjajal arus Sungai Lae Renun di Dusun Borno, Desa Sungai Raya, Kecamatan Siempat Nempu Hulu.


Panorama yang tersaji sepanjang alur Sungai Lae Renun juga sangat memukau para WNA dari Inggris itu.


Ditemui wartawan, Ketua Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kabupaten Dairi, Benryst Naibaho, berkesempatan menceritakan awal mula terwujudnya kedatangan keenam WNA itu ke Dairi.


Dikatakannya, hal itu bermula dari kunjungan Koordinator Wilayah (Korwil) Pantai Barat FAJI Sumatera Utara (Sumut), Helvrin Hutabarat (akrab disapa Ubul) bersama keenam WNA asal Inggris tersebut ke Kabupaten Pakpak Bharat.


"Selesai dari kunjungan ke Pakpak Bharat, Kamis 20 Agustus 2026, teman-teman pengurus FAJI Sumut bersama 6 WNA Inggris turun ke Dairi menemui Pengurus FAJI Dairi, dan menyampaikan keinginan mereka untuk mengeksplorasi sungai yang ada di sini," kata Benryst, Senin (24/8/2026).


"Jumat 21 Agustus kita survei lapangan dan disepakati pengarungan start dari Sungai Lae Renun Dusun Borno. Esoknya langsung dieksekusi," tambahnya.


Sebelumnya mereka juga telah menemui pejabat-pejabat terkait untuk meminta izin memperkenalkan arung jeram di Dairi kepada keenam WNA asal Inggris itu.


"Kita temui Sekda Dairi, Pak Charles Banjtin dan Kapolres Dairi yang diwakili Waka Polres, Pak Hadi Sucipto. Walau mungkin sedikit mendadak, namun disambut positif dan didukung," ujarnya.


"Sebenarnya sudah ada juga koordinasi semenjak bulan Mei 2026 lalu. Mei kita sudah koordinasi dan sudah bercerita-cerita singkat tentang FAJI Dairi dan kegiatannya. Di bulan Juli dan awal Agustus kita juga koordinasi lagi dengan Pak Kabid Pemuda dan Olahraga Disparbudpora Dairi dan BPBD Dairi, Pak Pasaribu," imbuhnya.


Benryst juga menyampaikan bagaimana teman-teman warga negara Inggris ini sangat bersemangat melakukan pengarungan.


"Setelah pengarungan pertama dari Dusun Borno, dengan menempuh jarak 10 KM sampai ke titik finish, teman-teman wisman ini masih excited, penasaran, mau coba lagi katanya," ungkap Benryst.


Untuk memenuhi rasa penasaran para pelancong itu, di Sabtu sore itu juga akhirnya dilakukan survei kembali di dua lokasi lainnya, termasuk di aliran Sungai Lau Gunung di Kecamatan Tanah Pinem.


"Hasil kesepakatan, kita tentukan titik lokasi pengarungan berikutnya di aliran Sungai Lae Renun Desa Pandan, dengan start dari PLTA Pandan sampai ke jembatan Desa Pandan II, Kecamatan Siempat Nempu Hulu, dengan jarak kurang lebih 2 KM, dan dieksekusi pada keesokan harinya, Minggu 23 Agustus," terangnya.


"Sangking penasarannya teman-teman kita warga negara Inggris ini, di hari Minggunya langsung dieksekusi," tambah Benryst.


Pengarungan yang dilaksanakan di hari Sabtu dan Minggu kemarin pun berjalan dengan lancar dengan dibantu pihak kepolisian, kecamatan dan desa yang menyambut kegiatan ini secara positif.


"Memang ada 3 camat yang turun langsung membantu FAJI Dairi. Ada camat Siempat Nempu Hulu, Camat Tigalingga, dan Camat Tanah Pinem,

beserta kepala-kepala desa yang dilintasi oleh Sungai Lae Renun turut serta membantu dan mengawasi kegiatan pengenalan maupun survei Sungai Lae Renun," tuturnya.


Ketua FAJI Dairi itu pun berharap kegiatan seperti ini tak hanya berhenti sampai di sini saja.


Untuk itu ia meminta kepada seluruh stakeholder (pemangku kepentingan) untuk ikut serta mengembangkan olahraga arung jeram di Dairi.


"Semoga ke depannya nanti kita bisa lebih mengembangkan lagi pengenalan arung jeram kepada masyarakat di Kabupaten Dairi," ucapnya.


Menurut Benryst, ada dua lini sektor yang memang vital dalam Federasi Arung Jeram Indonesia. Ada lini pariwisata, dan lini prestasi.


"Harapan kita, kedua lini ini mampu kita koordinir. Prestasinya dapat, pariwisatanya juga dapat. Karena tujuannya juga bisa menambah income untuk Kabupaten Dairi,". harapnya.


FAJI Dairi juga berharap ada pembinaan bagi tunas-tunas muda di Dairi yang ingin belajar tentang olahraga arung jeram.


"Baik yang mau dibina maupun yang mau membina, supaya kita duduk bersama, melangkah bersama, menyatukan visi dan misi. Supaya kegiatan maupun giat dari Federasi Arung Jeram Indonesia Kabupaten Dairi bisa kita jalankan dengan positif, dengan baik, mencapai hasil yang lebih baik," kata Benryts.


Menurutnya, Kabupaten Dairi memiliki potensi dan peluang besar untuk mengembangkan olahraga dan wisata air, terkhusus arung jeram.


"Seperti yang disampaikan langsung oleh Korwil, Bang Ubul, dan juga Sekjen FAJI Sumut, Elwin Reza, Kabupaten Dairi punya peluang yang besar dengan aset yang besar," ungkapnya.


"Sungai Lae Renun yang begitu panjang, yang bermuara sampai ke Aceh. Belum lagi aliran sungai lain yang kita miliki," tambahnya.


Dengan terpilihnya Aceh menjadi tuan rumah pelaksanaan Kejurnas PON Cabang Olahraga Arung Jeram pada tahun lalu, tidak menutup kemungkinan juga Dairi akan berkesempatan menjadi tuan rumah event serupa, bahkan event internasional.


Di bawah kepemimpinan Benryst, FAJI Kabupaten Dairi mengemban kepengurusan kedua. Periode pertama FAJI Dairi dipimpin oleh mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Dairi, Jonni Waslin Purba, sejak 2022 - 2026, dan dilanjutkan oleh Benryst Naibaho, sesuai SK FAJI Kabupaten Dairi tertanggal 13 April 2026 sampai 2030 nantinya.


"Besar harapan kami dari pengurus FAJI Kabupaten Dairi, seluruh stakeholder yang berperan serta dalam kegiatan pengarungan dan pemerhati lingkungan di Sungai Lae Renun, kami siap merapatkan barisan, kita siap untuk diskusi untuk membangun daerah kita ini menjadi destinasi WISATA TIRTA yang lebih aman, nyaman, memiliki sejarah dan kesan yang positif untuk wisatawan-wisatawan lokal maupun wisatawan asing, termasuk juga untuk tunas-tunas muda," pungkas Ketua FAJI Dairi itu.


Di bulan September nanti, Pengprov FAJI Sumut dan Dairi berencana akan melakukan giat yang lebih masif lagi di Sungai Lae Renun dengan WNA lainnya, bersama dengan rekan-rekan FAJI dari kabupaten tetangga, di antaranya pengurus FAJI Pakpak Bharat, Karo, Humbang Hasundutan, dan juga Kabupaten Toba.


Penulis : Dody

Redaktur: Rudi