![]() |
| dr. Nico saat dimintai keterangan oleh polisi di lokasi kejadian. (Foto/Dody). |
Dairi - nduma.id
Warga Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara dihebohkan dengan peristiwa perampokan.
Seorang dokter mengaku menjadi korban perampokan yang terjadi di tempat praktiknya yang berada di Jalan Tembakau No 14, Sidikalang.
Perampokan terjadi pada Selasa 1 September 2026 malam, berkisar pukul 20.15 WIB.
Menurut pengakuan korban, dr. Nico Tjowandi (61), peristiwa perampokan tersebut terjadi dalam waktu singkat dan dilakukan oleh satu orang pelaku.
Peristiwa terjadi saat dirinya seorang diri dikarenakan sudah tutup.
"Saat kejadian sudah tidak ada pasien, dan asisten saya juga sudah pulang," kata Nico.
Saat itu posisi pintu tempat praktiknya sudah ditutup namun belum dikunci.
"Tiba-tiba ada laki-laki masuk pakai sebo (penutup wajah/topeng.red) menodongkan pisau dan meminta uang," ungkapnya.
"Mana uang?" ucapnya menirukan perkataan sang pria bertopeng.
Setelah itu, katanya pelaku ini membekap mulut, mengikat kedua tangan dan kedua kakinya dengan menggunakan lakban yang dibawa oleh pelaku.
Dari suara dan perawakan pelaku, Nico merasa seperti tidak asing.
"Suara dan perawakannya ga asing. Sepertinya pasien yang pernah berobat ke sini," ujarnya.
Menurut penuturannya, pelaku menggasak sejumlah uang dari dalam laci meja, hp jadul, dan cincin emas seberat 4 gram.
"Dari dalam laci ada uang yang diambil, uang pecahan. Jumlahnya ga tahu pasti, berkisar 2 juta kurang lebih. Sama ada HP Nokia lama dan cincin kawin yang saya pakai," tutur dokter itu.
Setelah menggasak beberapa barang, pelaku langsung pergi meninggalkan korban.
Nico mengaku sempat menyembunyikan salah satu HP nya yang lain, sehingga tak ikut digasak pelaku.
Peristiwa ini diketahui setelah Nico menghungungi istri dan tetangganya, yang selanjutnya menghubungi pihak kepolisian.
Kasi Humas Polres Dairi, AKP Syahril Ramadhan mengatakan, petugas saat ini masih melakukan penyelidikan.
"Kita belum bisa kasih keterangan banyak. Masih kita selidiki. Namun pelaku berhasil menggasak beberapa barang milik korban," ujar Syahril.
Pantauan di lapangan, hingga dini hari petugas masih melakukan pemeriksaan korban dan TKP (Tempat Kejadian Perkara).
Penulis : Dody
Redaktur : Rudi
