![]() |
| Ijek saat meninjau jalan di Kayu Besar. ( Foto/Istimewa). |
DELISERDANG – nduma.id
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar yang juga duduk di Komisi V DPR RI, Musa Rajekshah, turun langsung meninjau kondisi tersebut, Sabtu (12/9/2026).
Politisi yang akrab disapa Ijeck itu menilai, kepadatan kendaraan di kawasan tersebut tidak bisa lagi dianggap sebagai persoalan lalu lintas biasa. Apalagi, volume kendaraan terus meningkat seiring tingginya aktivitas masyarakat dan mobilitas kendaraan dari maupun menuju kawasan Tanjung Morawa.
Salah satu solusi yang akan didorong Ijeck adalah pembangunan flyover di Simpang Kayu Besar.
“Karena ini menjadi keluhan masyarakat, kemacetan yang luar biasa pada saat jam-jam kerja dan pulang kerja. Saya turun untuk melihat secara langsung ke sini, lokasi kemacetan Simpang Kayu Besar,” kata Ijeck saat berada di lokasi.
Dalam peninjauan tersebut, Ijeck didampingi anggota DPRD Kabupaten Deliserdang Junaidi serta Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara, Hardy Siahaan.
Ijeck mengatakan, kemacetan di Simpang Kayu Besar terjadi akibat tingginya pergerakan kendaraan, terutama pada persilangan arus kendaraan yang keluar dari Tol Tanjung Morawa dengan kendaraan yang melintas menuju Medan maupun sebaliknya.
“Saya di sini bersama anggota DPRD Kabupaten Deliserdang Junaidi dan Kepala BBPJN Sumut Hardy Siahaan, melihat bahwa cross jalan keluar tol Tanjung Morawa dan pengguna jalur menuju Medan atau sebaliknya yang memutar di Simpang Kayu Besar masih mengalami penumpukan kendaraan sehingga terjadi kemacetan,” jelasnya.
Menurut Ijeck, persoalan ini harus segera dicarikan solusi karena jika dibiarkan, kemacetan dikhawatirkan semakin parah di masa mendatang.
Pertumbuhan jumlah kendaraan yang terus meningkat, kata dia, harus diimbangi dengan pembangunan infrastruktur jalan yang memadai. Jika tidak, kemacetan bukan hanya menghambat perjalanan masyarakat, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas perekonomian.
“Setiap harinya pertumbuhan transportasi darat semakin meningkat volumenya. Kalau kemacetan ini tidak cepat diatasi, tentu akan berdampak terhadap laju pertumbuhan ekonomi melalui transportasi darat,” ujarnya.
Karena itu, Ijeck memastikan persoalan tersebut akan dibawa ke tingkat pemerintah pusat. Ia akan menyampaikan aspirasi masyarakat tersebut kepada Direktorat Jenderal terkait dan Kementerian Pekerjaan Umum agar pembangunan flyover di Simpang Kayu Besar dapat dipertimbangkan.
“Aspirasi ini akan kami bawa ke pemerintah pusat, ke Dirjen dan Kementerian PU. Kami akan menjelaskan pentingnya jalan ini dipikirkan untuk membuat flyover,” tegasnya.
Ijeck berharap usulan pembangunan flyover tersebut mendapat perhatian pemerintah pusat sehingga persoalan kemacetan di Simpang Kayu Besar dapat segera diatasi.
Ia juga mengajak masyarakat untuk bersabar serta ikut mendukung dan mendoakan agar proses pembangunan infrastruktur tersebut dapat berjalan lancar.
“Mudah-mudahan ini bisa terlaksana. Kami tetap berharap masyarakat sabar, ikut membantu serta mendoakan agar pembangunan ini lancar ke depannya,” harapnya.
Ijeck mengungkapkan, dirinya juga telah berkomunikasi dengan Bupati Deliserdang Asriluddin Tambunan terkait rencana tersebut.
Menurutnya, Bupati Deliserdang menyambut baik usulan pembangunan flyover dan berharap rencana tersebut dapat segera direalisasikan.
“Saya juga sudah berkomunikasi dengan Bupati Deliserdang, Bapak Asriluddin Tambunan. Beliau senang dan berharap terlaksananya pembangunan flyover ini,” pungkas Ijeck.
Penulis : Rudi
Redaktur : Son
