Siantar

Siantar
Rabu, 16 September 2026, 10:06 WIB
Last Updated 2026-09-16T03:06:00Z
HukumPolisiSianțar

Motor Hilang Bukan Karena Hantu, Polisi Sentil Warga Jalan Pisang, Kunci Ganda!


Pematangsiantar - nduma.id


Motor hilang bukan karena hantu. 


Kelengahan justru bisa menjadi celah bagi pelaku kejahatan. 


Pesan itulah yang dibawa Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Marihat saat menyambangi warga di Jalan Pisang, Kelurahan Pardamean, Kecamatan Siantar Marihat, Kota Pematangsiantar.


Senin 14 September 2026, sekitar pukul 10.30 WIB, Bhabinkamtibmas AIPDA P. Sebayang melaksanakan sambang kamtibmas untuk mengantisipasi tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor).


Warga diingatkan agar tidak menganggap kendaraan otomatis aman hanya karena diparkir di depan rumah atau warung. 


Polisi meminta masyarakat menggunakan kunci ganda pada sepeda motor serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi curanmor dan pencurian dengan kekerasan (curas).


Di warung kopi pun kewaspadaan diminta tidak ikut “ditinggal” bersama kendaraan. Sebab, motor yang hanya mengandalkan satu kunci bisa saja menjadi sasaran ketika pemiliknya terlalu asyik berbincang.


Kapolsek Siantar Marihat AKP David Eka Putra, mengatakan kegiatan sambang dilakukan sebagai langkah pencegahan sekaligus memperkuat komunikasi antara polisi dan masyarakat.


“Warga juga dihimbau apabila terjadi gangguan Kamtibmas (Guantibmas) agar segera melaporkan kepada Bhabinkamtibmas/Polsek Siantar Marihat atau Layanan Polri Call Center 110 (Bebas Pulsa),” ujarnya.


Menurut Kapolsek, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan keamanan lingkungan di Kelurahan Pardamean, memperkuat hubungan dengan seluruh elemen masyarakat dan pemerintah setempat, serta mendekatkan Polri di tengah masyarakat.


Sambang itu juga menjadi bagian dari upaya mencegah tindak pidana sekaligus meningkatkan kehadiran polisi di tengah warga.


Pesannya sederhana, tetapi penting: jangan tunggu motor raib baru sibuk mencari siapa yang harus disalahkan. 


Kunci ganda dan kewaspadaan jauh lebih murah daripada penyesalan.


Penulis: Ari

Redaktur: Rudi