DPM

DPM

Polres

Polres

Balon Golkar

Balon Golkar
Rabu, 09 Maret 2022, 16:17 WIB
Last Updated 2022-03-09T09:17:34Z
Daerah

Pakpak Bharat Budidaya Ikan Teknologi Bioflok

Agung Darmono,Perekayasa Madya, Balai Perikanan Budidaya Laut Batam, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, KKP foto bersama dengan Bupati Pakpak Bharat. (Foto/Kominfo Pakpak Bharat).

PAKPAK BAHRAT, Salak - nduma.id

Dalam rangka peningkatan ketahanan pangan khususnya dari sektor pertanian dan perikanan. Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat akan mengembangkan budidaya ikan dengan teknologi sistem bioflok. Teknologi ini dikatakan banyak diterapkan diluar Provinsi Sumatera Utara.

Prinsip kerja bioflok adalah mengubah senyawa organik dan anorganik yang mengandung karbon, hidrogen, oksigen, dan nitrogen menjadi massa lumpur atau sludge. Cara ini didapatkan dengan menggunakan bakteri pembentuk flok yang memiliki sifat biopolymer polihidroksil alkanoat sebagai ikatan bioflok tersebut.

Agung Darmono,S.Pi, Perekayasa Madya, Balai Perikanan Budidaya Laut Batam, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, KKP, menjelaskan Sistem Bioflok adalah salah satu teknologi budidaya ikan, yakni suatu teknik budidaya melalui rekayasa lingkungan yang mengandalkan pasokan oksigen dan pemanfaat mikroorganisme yang secara langsung dapat meningkatkan nilai kecernaan pakan.

" Untuk di Provinsi Sumatera Utara, Sistem Bioflok ini baru diterapkan di dua kota yaitu di Kabupaten Pakpak Bharat dan kota Siantar," kata Agung Selasa (08/03/2022).

Menurut  Agung Darmono penerapan sistem bioflok melalui rekayasa lingkungan dengan mengandalkan suplai oksigen dan pemanfaatan mikroorganisme mampu menjadikan hasil panen melonjak tiga kali lipat dibanding sebelumnya.

"Jika kita perbandingkan dengan budidaya sistem konvensional adalah sistem bioflok ini tidak banyak memakan tempat sehingga untuk daerah perkotaan juga sangat cocok diterapkan. Sistem bioflok ini juga hemat air karena tidak ada pergantian air tetapi hanya memerlukan penambahan air sedikit  setiap hari saja serta bisa memelihara dengan kepadatan tinggi,” katanya.

Inovasi teknologi budidaya ikan ini membuat penggunaan pakan lebih efisien.

Dimisalkan pada metode budidaya konvensional nilai Feed Convertion Ratio (FCR) rata-rata sekitar 1,5 maka dengan teknologi bioflok Feed Convertion Ratio (FCR) dapat mencapai 0,8 hingga 1,0. Artinya, untuk menghasilkan 1 kg daging ikan pada sistem konvensional memerlukan sekitar 1,5 Kg pakan. Sedangkan dengan metode bioflok, hanya memerlukan 9,8 hingga 1,0 Kg pakan ikan.

Di berbagai daerah, bioflok terbukti efisien dibanding sistem konvensional, bahkan meningkatkan produktivitas lebih dari 3 kali lipat. Contohnya pada kolam dengan rata-rata padat tebar 1.000 ekor/m3 dengan ukuran diameter 3 meter, maka dapat ditebar sekitar 3.000 ekor benih lele.

Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor, menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kementrian  Kelautan & Perikanan (KKP), karena Kabupaten Pakpak Bharat telah mendapat kuota alokasi Bioflok untuk tahap awal sebanyak 6 kolam, dengan kapasitas 30 ribu ekor ikan nila.

Rencananya, program ini langsung dimulai bulan depan, sehingga  waktu panen diperkirakan pada bulan Juni-Agustus depan.

"Dengan adanya program ini,  selain memenuhi kebutuhan di Kabupaten Pakpak Bharat juga diharapkan bisa memerangi  kasus stunting di Kabupaten Pakpak Bharat sebab protein yang terkandung didalam ikan sangatlah tinggi." katanya.

Kadis Pertanian, Jabendeus Banjarnahor, mengatakan program pengembangan sistem bioflok di Kabupaten  Pakpak Bharat yang telah dialokasikan dari KKP ini merupakan dukungan dari Bupati Pakpak Bharat yang peduli dengan sektor perikanan terutama budidaya ikan air tawar.

"Kita sudah memberangkatkan SDM kita dari seksi perikanan ke balai benih perikanan dan saat ini sudah pulang dan siap untuk menerapkan bioflok kepada masyarakat. Distimulan dari pengembangan bioflok juga sangat mendukung untuk penurunan angka stunting karena adanya program biofolk ini secara otomatis bisa meningkat gizi di masyarakat," ujarnya. (Kominfo Pakpak Bharat).