Demokrat

Demokrat

Domian

Domian

Wahyu Sagala

Wahyu Sagala
Senin, 11 Juli 2022, 12:38 WIB
Last Updated 2022-07-11T11:43:49Z
Daerah

Bocah 9 Tahun Hanyut di Sungai Silau Asahan

Petugas Basarnas. (Foto/Sariman).

Asahan - nduma.id

Satu tim Rescuer Pos SAR Tanjung Balai Asahan berjumlah 7 orang melakukan pencarian Bocah laki-laki yang hanyut di Sungai Silau tepatnya di sekitar Pantai Bunga Desa Tanjung Alam Kecamatan Sei Dadap Kabupaten Asahan sejak Minggu  sore kemarin.

Pencarian menggunakan perahu LCR dan perahu kayak milik Pos SAR Tanjung Balai Asahan.

Tim memulai pencarian dengan menyisir dari lokasi awal korban hanyut.

Kepala Kantor Basarnas Medan Budiono melalui Koordinator Pos SAR Tanjung Balai Asahan Ady Pandawa mengatakan pencarian dibagi menjadi 2 SRU atau SAR Rescue Unit.

"SRU 1 pencarian menggunakan perahu LCR  dengan bermanuver secara Zig-zag di sekitar lokasi awal korban hanyut. Kemudian nanti akan melakukan penyisiran sepanjang aliran sungai menuju hilir," kata Ady, Senin (11/7/2022).

Sedangkan SRU 2 akan melakukan pencarian dengan penyisiran sepanjang aliran sungai menuju hilir menggunakan perahu Kayak dengan fokus tumpukan sampah dan akar pepohonan yang berada di tepi sungai.

Korban dikatakan hilang pada Minggu, 10 Juli 2022 kemarin.

Personel siaga Pos SAR Tanjung Balai Asahan menerima informasi dari Kepala Desa Tanjung Alam terkait adanya seorang bocah yang hanyut terseret arus sungai silau Minggu sore lalu.

Informasi yang diterima,  korban bocah 9 tahun itu bersama 6 orang rekannya pergi ke Sungai Silau tepatnya di Pantai Bunga Desa Tanjung Alam Kecamatan Sei Dadap Kabupaten Asahan untuk bermain.

Korban melihat pintu kulkas terapung melintas dan bermaksud mengambil pintu kulkas untuk dijadikan mainan di air.

Saat akan menjangkau pintu kulkas itulah, pasir yang diinjak korban tiba-tiba amblas, korban tercebur ke sungai dan terseret arus sungai.

Selanjutnya teman2 korban melaporkan kejadian tersebut kepada warga sekitar dan diteruskan ke Pos SAR Tanjung Balai Asahan. (ari).