Demokrat

Demokrat

Domian

Domian

Wahyu Sagala

Wahyu Sagala
Selasa, 12 Juli 2022, 08:46 WIB
Last Updated 2022-07-15T03:31:49Z
Dairi

Petani KUR Klaster Kopi Dairi Tanam Kopi Serentak

Petani Desa Perjuangan menanam kopi di tanaman sela. (Foto/Iwan).

DAIRI, Sumbul – nduma.id

Pemerintah Kabupaten Dairi, Sumatera Utara bersama Petani KUR Klaster Kopi menggelar tanam Kopi bersama di lahan 7 Hektar, bekerja sama dengan Bank Sumut, Dairi Agro Sejahtera, Dairi Agri Farm Sidikalang dan Offtaker.

Di Desa Perjuangan Kecamatan Sumbul, penanaman dilakukan di lahan 1 Hektar milik Osmar Simbolon, Menti Siburian.

Tanam bersama ini merupakan bagian dari program menanam 5 Ribu Hektar Kopi dan pembagian satu juta bibit kopi kepada petani.

Harapannya Program ini bisa membangkitkan kembali kejayaan Kopi Sidikalang untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani kopi.

 “Kopi Sidikalang itu termasyur dan menghidupi keluarga kita selama ini. Saat ini kita membangun gerakan ekosistem pertanian yang menguntungkan kepada petani,” Kata Bupati Dairi, Selasa (12/72022).

Terkait kelangkaan pupuk, bupati mengatakan itu terjadi di seluruh Indonesia secara umum. Walaupun ada harga tinggi, dan itu karena dampak covid dan perang yang mengganggu jalur pengiriman bahan baku.

Karena itu pemerintah membantu dengan permodalan, perbankan diperintahkan presiden memberikan pinjaman dengan subsidi bunga rendah.

“Dan yang kita lakukan tanam ini bagian dari program itu. Saat ini berbagai bantuan sudah di berikan kepada petani kopi, mulai dari bantuan bibit, Pupuk, Pendampingan kelompok, dan Bantuan Permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat Klaster Kopi sampai nanti pemasarannya dengan jaminan harga,” sebut Bupati.

Bupati mengajak agar petani saling bekerja sama dengan pemerintah dan Sateke holder.

“Kita harus kerjasama pemerintah pusat, daerah dan petani. Masing-masing punya tugas. Petani tugas dilapangan, kami menyiapkan lain-lain. Butuh bibit kami siapkan yang unggul, butuh modal kami siapkan, butuh penjualan kami siapkan pembelinya. Kalau ini berhasil berarti sudah siaplah tugas saya,” tandas Eddy.

Bupati dairi menanam bibit kopi di lahan warga. (Foto/Iwan)

Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Robot Simanullang mengatakan KUR Klaster menjadi program yang di tinggu. Hanya saja ada keterbatasan petani mendapatkan program ini seperti lahan dan pinjaman yang terikat.

“Antusias petani kita cukup tinggi disini. Kami berharap ini terus berlangsung di desa dan kecamatan lain. Selain Kopi, kita juga tanam bersama di Tigalingga untuk KUR Klaster Jagung,” kata Robot.

Acara ditutup dengan tanya jawab petani dan Bupati Dairi.