Demokrat

Demokrat

Domian

Domian

Wahyu Sagala

Wahyu Sagala
Sabtu, 16 Juli 2022, 11:06 WIB
Last Updated 2022-07-17T04:10:00Z
Daerah

Walikota Siantar Sebut Potensi Atlet E-Sport Harus di Kembangkan

Plt. Walikota Siantar  bersama atlet E-Sport Pematangsiantar. (Foto/Ari)

Pematangsiantar - nduma.id

Plt Wali Kota Pematangsiantar dr Susanti Dewayani SpA berkomitmen mengembangkan potensi atlet E-Sport.

Salah satunya dengan mendukung keberadaan klub-klub E-Sport yang merupakan mata rantai penting dalam cabang olahraga prestasi.

Hal ini mengingat game digital saat ini terus berkembang.

Ini disampaikan Plt Wali Kota Susanti saat membuka Tournament SYMFONOS (E-Sport Division) Mobile Legend, di Kedai Merah Putih, Jalan WR Supratman Kota Pematangsiantar, Sabtu (16/7/2022) sekitar pukul 13.00 WIB.

Panitia Pelaksana Tournament SYMFONOS (E-Sport Division) Mobile Legend yang juga Ketua Team SYMFONOS Community, Nuel Tamba SHut melaporkan, Tournament SYMFONOS (E-Sport Division) Mobile Legend dilaksanakan Jumat (15/7/2022) hingga Sabtu (16/7/2022) di Kedai Merah Putih Pematangsiantar.

Turnamen diikuti 32 tim. Masing-masing tim terdiri dari 5 player dan 2 cadangan.

"Sedangkan target penonton pecinta E-sport sebanyak 700 penonton," ucapnya.

Anggota DPRD Kota Pematangsiantar Rizky Ananda Sitorus SE menyampaikan, E-Sport merupakan olahraga kekinian yang banyak digemari kaum milenial.

Tournament SYMFONOS (E-Sport Division) Mobile Legend yang digelar tersebut, katanya, juga dapat menciptakan stigma positif, bisa memberikan manfaat positif bagi pribadi dan lingkungan, serta dapat menjauhkan hal-hal yang bersifat negatif, seperti penyalahgunaan narkoba maupun hal- hal yang menjurus kriminalitas.

"Juga dapat meningkatkan kemampuan mental, olah pikir, kerja sama, dan fisik.  Menjaga persatuan dan kesatuan, menjalin persahabatan, serta kebersamaan antar sesama gamers," tuturnya.

Masih kata Rizky, fenomena E-sport di Indonesia saat ini telah meluas di hampir seluruh kalangan usia, khususnya generasi milenial yang berusia remaja. Di Indonesia sendiri sudah banyak tim E-Sport di berbagai kompetisi E-Sport, baik skala nasional maupun internasional.

Para atlet, lanjutnya, memiliki motivasi yang kuat untuk menjadi juara. Motivasi-motivasi tersebut dibagi menjadi tiga, yaitu Need of Achievement yang menginginkan adanya prestasi atau hasil, Need of Power yang menginginkan kekuasaan atau kemampuan, dan Need of Affiliation yaitu membutuhkan afiliasi. Motivasi tersebutlah yang mendorong para atlet untuk terus mengasah kemampuan mereka dalam E-sport. E-sport juga membutuhkan konsentrasi, kemampuan yang spesifik, presisi, kontrol tubuh, serta pengetahuan tentang bagaimana menggunakan strategi dalam permainan.

Sementara itu, Plt Wali Kota Pematangsiantar dr Susanti Dewayani SpA mengatakan, perkembangan E-Sport yang signifikan beberapa tahun belakangan telah membuka banyak peluang bagi generasi muda untuk berkembang sesuai bakat dan kemampuannya. E-Sport telah meluas hampir seluruh kalangan usia, khususnya generasi milenial berusia remaja.

Karena itu, lanjutnya, ia mengharapkan kolaborasi dan sinergi terhadap pengembangan potensi milenial tetap berlanjut. Sehingga dampak dari hal-hal negatif dapat dihindari dengan adanya ajang-ajang yang menstimulasi pemuda untuk beraktivitas positif dan membangun talenta talenta generasi muda untuk mendapatkan prestasi.

Plt  Wali Kota Susanti menyatakan akan berkomitmen mengembangkan potensi atlet E-Sport. Salah satunya dengan mendukung keberadaan klub-klub E-Sport yang merupakan mata rantai penting dalam cabang olahraga prestasi. Karena game digital yang saat ini terus berkembang tidak memerlukan lokasi dan infrastruktur fisik seperti olahraga lainnya.

"Salah satu kemudahan dari E-Sport ini adalah kemudahan lapangannya, tidak perlu menyediakan lahan untuk lapangan bermain, tinggal miringkan Hp langsung bisa bermain," pungkasnya.

Turut hadir, pengurus Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Kota Pematangsiantar Bulus Sianipar. (Ari)