Domian

Domian

Wahyu Sagala

Wahyu Sagala
Rabu, 24 Agustus 2022, 11:13 WIB
Last Updated 2022-08-24T06:05:59Z
Pakpak Bharat

Bentuk Kekecewaan, Pemuda dan Mahasiswa Sampaikan Petisi Kepada Pemerintah Pakpak Bharat

Pemuda dan mahasiswa usai menyerahkan petisi kepada Pemkab Pakpak Bharat. (Foto/Obah Manik).

PAKPAK BHARAT, Salak - nduma.id

Puluhan pemuda dan Mahasiswa di Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara bertemu  dengan pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat, Selasa, (23/8/2022).

Pertemuan di ruang rapat garuda Sekda itu di hadiri Wakil Bupati Pakpak Bharat Mutsyuhito Solin dan sejumlah jajaran Organisasi Perangkat Daerah.

Sedangkan Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor berhalangan  karena dinas luar.

Para pemuda itu menamakan diri Gabungan Pemuda dan Mahasiswa Pakpak Bharat.

Mereka menyampaikan sejumlah statement bentuk kekecewaan kepada pemerintah karena dianggap kurang berpihak terhadap Mahasiswa dan Pemuda.

"Karena kami melihat bahwa peran pemuda dalam membangun daerah Pakpak Bharat selama ini kurang diperhatikan oleh pemangku kebijakan," kata Tamba Tinendung.

Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia Pakpak Bharat itu mengatakan, peran pemuda dalam membangun tata kelola pemerintah sangat dibutuhkan, oleh karena itu Dia berharap kedepan peran pemuda di libatkan dalam musrembang Kabupaten dan bukan hanya sekedar mengisi tamu undangan semata.

Wakil Bupati Pakpak Bharat Mutsyuhito Solin mengapresiasi kedatangan para pemuda dan mahasiswa itu, karena dinilai sebagai bentuk peduli dan cinta daerah.

" Ini sebagai bentuk peduli terhadap daerah yang kita cintai bersama," ujar Mutsyuhito.

Dia berjanji aspirasi dari para pemuda dan mahasiswa itu akan di bahas Kedepan.

Nazri bancin Perwakilan dari mahasiswa mengungkapkan rasa kecewa di pertemuan itu karena tidak di hadiri Bupati Pakpak Bharat.

Pertemuan itu di warnai dengan memberikan petisi sebagai bentuk kurang berpihaknya pemerintah terhadap pemuda dan mahasiswa.

Petisi itu diharapkan bisa memberi solusi bagi kepemudaan dan mahasiswa kedepan. 

" Pemberian petisi ini akan disusul dengan aksi jika permintaan kami tidak diakomodir oleh pemerintah daerah nantinya," kata Nazri

Isi petisi itu adalah,

Permintaan Pemuda Dan Mahasiswa Pakpak Bharat 

Meminta kepada pemerintah agar memberdayakan putra/i daerah untuk memberi ruang untuk mengisi jabatan strategis di OPD. Karena putra/i daerah sendiri mengerti dan lebih paham membantu daerah nya sendiri / lebih memberikan hati dan pikiran.

Melibatkan pemuda dan mahasiswa untuk di ikut sertakan dalam membangun Kabupaten Pakpak Bharat / di ikut sertakan dalam Musrembang kabupaten dalam pengambilan keputusan.

Meminta pemerintah agar memberikan perhatian khusus terhadap kepemudaan sebab vakumnya dan atau tidak ada pergerakan kegiatan dari pemuda di karenakan minim anggaran.

Meminta kepada Bupati Pakpak Bharat agar menyediakan wadah atau gedung pemuda sebagai wadah pemersatu elemen-elemen organisasi di Kabupaten Pakpak Bharat.

Meminta kepada pemerintah Pakpak Bharat agar meninjau kembali tentang dana untuk mahasiswa, yakni pengurangan dana untuk mahasiswa yang berprestasi dikhawatirkan akan di tutup/stop oleh pemerintah.

Membuka ruang kepada mahasiswa yang sudah menyelesaikan bangku kuliah untuk membantu pemerintah sesuai ilmu yang di peroleh agar kabupaten ini tercapai kiniduma sesuai dengan slogan kita.

Memberi ruang bagi mahasiswa yang berprestasi di universitas swasta agar tidak ada pengkotak-kotakan/pilih kasih.

Meminta kepada Bupati Pakpak Bharat agar menggunakan Bus sekolah secara merata sesuai dengan regulasi awal sebagai sarana pendukung pencapaian prestasi pelajar SD, SMP dan SMA.

Meminta kepada Bupati Pakpak Bharat agar peduli terhadap adat dan budaya suku Pakpak yakni membangun rumah adat pakpak sebagai icon identitas suku pakpak.

Meminta kepada Bupati Pakpak Bharat agar menerapkan ulang perbub tentang penggunaan pakaian adat dan bahasa pakpak di setiap OPD Kabupaten Pakpak Bharat. (nd2).