Halim Lumban Batu

Halim Lumban Batu

Wahyu Sagala

Wahyu Sagala

Pemko Siantar

Pemko Siantar
Kamis, 08 September 2022, 22:24 WIB
Last Updated 2022-09-08T15:24:50Z
DaerahDemo BBMMahasiswaPolres Siantar

Mahasiswa Cipayung Plus Geruduk Polres Siantar, Ini 10 Tuntutan Mereka

Aksi mahasiswa Cipayung Plus di Polres Siantar. (Foto/Ari).

Pematang Siantar - nduma.id

Mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Cipayung Plus Kota Pematang Siantar turun kejalan berunjuk rasa.

Aksi dipimpin Theo Naibaho. 

Mereka menggelar aksi di depan Polres Pematang Siantar, Kamis (8/9/22). 

Dian Sany Siagian Presidium gerakan kemasyarakatan PMKRI Cabang Siantar periode 2021-2022 di depan Polres Siantar mengatakan hak rakyat di kangkangi polisi, yang seharusnya melindungi tapi malah mengangkangi.

"Percuma lapor polisi" Sebutnya.

Ada 10 poin tuntutan mereka di Mapolres Siantar.

Pertama, mengutuk tindakan represif kepolisian Pematang Siantar. 

Kedua, mendesak Polda Sumatera Utara mencopot Kapolres Pematang Siantar karena tidak mampu mengkoordinir anggotanya.

Ketiga, Cipayung Plus mendesak Polda Sumut untuk segera mengevaluasi seluruh personel kepolisian yang terlibat dalam tindakan represif yang dilakukan kepada mahasiswa. 

Keempat, mendesak agar mencopot Kabag Ops Polres Pematang Siantar.

Kelima, Cipayung Plus mendesak agar mencopot Kasat Intel dan jajaran Satuan Intelkam Polres Siantar yang sudah melakukan tindakan represif terhadap mahasiswa. 

Keenam, mendesak semua personel yang tidak tepat melaksanakan SOP penanganan demonstrasi segera diproses dan dicopot.

Ketujuh, Cipayung Plus mendesak agar mengusut tuntas kasus represif yang dilakukan kepolisian Pematang Siantar terhadap mahasiswa Siantar.

Kedelapan, mengutuk matinya jiwa keadilan kepolisian.

Kesembilan dan kesepuluh dalam aksi yang dipimpin Theo Naibaho dari GMKI Pematang Siantar-Simalungun itu, Cipayung Plus mengutuk matinya jiwa presisi kepolisian di Pematang Siantar, dan menuntut tingkatkan kekondusifan Kota Pematang Siantar.

Sebelumnya bentrok terjadi antara mahasiswa Cipayung Plus dengan petugas Polisi saat aksi menolak kenaikan harga BBM pada Senin 5 September 2022 lalu. (Ari)