Domian

Domian

Wahyu Sagala

Wahyu Sagala
Selasa, 22 November 2022, 07:45 WIB
Last Updated 2022-11-22T00:45:37Z
Penurunan StuntingPerlindungan AnakSiantar

Kader Posyandu Diminta Berperan Aktif Percepat Penurunan Stunting di Pematang Siantar

Foto bersama peserta Pelatihan Kader Posyandu dalam Rangka Percepatan Penurunan Stunting Kota Pematang Siantar Tahun 2022. (Foto/Ari)

Pematang siantar - nduma.id


Wali Kota Pematang Sianțar dr Susanti Dewayani SpA membuka Pelatihan Kader Posyandu dalam Rangka Percepatan Penurunan Stunting Kota Pematang Siantar Tahun 2022.


Pelatihan dilaksanakan oleh TP PKK dan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kota Pematang Siantar, digelar di Convention Hall Siantar Hotel, Senin (21/11/2022).


Di pelatihan itu Wali Kota Pematang Sianțar dr Susanti Dewayani SpA mendorong para kader Posyandu untuk berperan aktif dalam upaya mempercepat penurunan angka stunting di Kota Pematang Sianțar.


Wali kota juga yakin pelatihan tersebut akan memperkuat komitmen dan sinergitas bersama sebagai upaya percepatan penurunan stunting berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.


Katanya terdata ada 15 persen anak mengalami masalah gizi buruk.


Meskipun masih di bawah rata-rata angka stunting nasional tahun 2021, yaitu 24,4 persen dan angka rata-rata stunting Provinsi Sumatera Utara (Sumut) sebesar 25,8 persen, namun angka stunting di Kota Pematang Siantar tetap harus bisa diturunkan.


Akan tetapi, upaya penurunan angka stunting bukan hanya tugas pemerintah, melainkan berbagai pihak, dan terutama sangat dibutuhkan peranan orang tua.


Posyandu, memiliki peran yang sangat strategis dalam upaya mewujudkan kesehatan masyarakat dan program nasional konvergensi stunting.


"Posyandu dinilai memiliki kontribusi besar dalam upaya penanganan stunting. Dengan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan bayi dan balita melalui pengisian kurva kartu menuju sehat, balita yang mengalami permasalahan tumbuh kembang, dapat dideteksi sedini mungkin, sehingga tidak sampai terjadi stunting," kata wali kota.


Sesuai dengan tujuan, Posyandu katanya sebagai garda utama layanan dasar kesehatan, adalah untuk percepatan penurunan angka kematian ibu dan anak, maka sasaran Posyandu bukan hanya pada balita, tetapi juga ibu hamil, ibu menyusui, dan ibu nifas.


"Kami mengajak seluruh stakeholder turut memberikan dukungan melalui aksi nyata di sektor masing-masing. Juga bekerja sama, bersinergi dan berkolaborasi, terutama untuk mempercepat terwujudnya Pematang Siantar Sehat, Sejahtera, dan Berkualitas,” ujar wali kota.


Ketua TP PKK Kota Pematang Siantar H Kusma Erizal Ginting SH menerangkan, pelatihan menghadirkan tiga narasumber, yaitu dr Eka Samuel Hutasoit SpOG sebagai tenaga ahli di bidang kesehatan dengan judul materi Stunting dan Pencegahannya; Sri Indrawati SKM MKes dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara dengan judul materi Orientasi KAP Guna Percepatan Penurunan Stunting bagi Kader Posyandu; dan Rasta Elyta Ginting dari TP PKK Kota Pematang Siantar dengan judul materi Pemberdayaan Kader Posyandu dalam Upaya Penurunan Stunting.


Peserta adalah 1 orang kader Posyandu dari 53 kelurahan dan 1 orang ibu hamil dari 53 kelurahan, dengan total 106 orang.


"Pertemuan dilaksanakan dengan penyampaian materi oleh para narasumber, diskusi dan tanya jawab," sebutnya.


Erizal berharap pelatihan dapat menyegarkan dan menambah pengetahuan serta keterampilan para kader Posyandu dan para ibu hamil, terutama deteksi dini kasus stunting demi terwujudnya masyarakat Kota Pematang Siantar yang Sehat, Sejahtera, dan Berkualitas.


Acara dilanjutkan dengan foto bersama


para pemenang Lomba PKK Tingkat Provinsi Sumatera Utara, yaitu Juara 1 UP2K Kelurahan Pardomuan Kecamatan Siantar Timur dan Juara 1 PAAR Kelurahan Tanjung Tongah Kecamatan Siantar Martoba.


Turut hadir, Plt Kadis Kesehatan Kota Pematang Siantar dr Erika Silitonga, dan para Ketua TP PKK Kecamatan se-Kota Pematang Siantar.


Penulis : Ari

Editor : Rudi