Demokrat

Demokrat

Domian

Domian

Wahyu Sagala

Wahyu Sagala
Jumat, 04 November 2022, 17:11 WIB
Last Updated 2022-11-04T10:14:41Z
Dinas Pertanian dan Ketahanan PanganKorupsiPakpak Bharat

Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Pakpak Bharat Mundur Dari Jabatan

Serah terima jabatan Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan. (Foto/Istimewa).

PAKPAK BHARAT, Salak - nduma.id


Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pakpak Bharat Sumatera Utara, Jabendeus Banjar Nahor mundur dari jabatannya.


Sekretaris Daerah Kabupaten Pakpak Bharat Jalan Berutu menyampaikan, pengunduran diri Jabendeus Banjar Nahor karena  kondisi kesehatan.


Namun Jalan tak merinci kesehatan seperti apa.


Pengunduran diri diterimanya pada 31 Oktober lalu dikuatkan dengan surat keterangan dari dokter.


"Sudah diproses sesuai peraturan dan serah terima jabatan telah dilaksanakan Jumat 4 November 2022," sebut Jalan.


Jabendeus kemudian digantikan Adei Johan Banurea, yang sebelumnya menjabat sebagai sekretaris di instansi itu.


Sementara informasi yang berkembang, Pejabat Eselon II itu diduga mundur karena tekanan.


Dikuatkan dengan adanya konten percakapan Jabendeus Banjar Nahor melalui chat WhatsApp kepada salah seorang warga.

  

"Sepertinya saya harus meninggalkan Pakpak Bharat ini," dan "Kurang kondusif saya lihat kedepannya,"


Demikian dua kalimat bunyi chat itu.


Di sisi lain ada dugaan, terkait berita viral, seputar persoalan proyek pengering jagung yang masih mengambang, dan kini tengah ditangani Aparat Penegak Hukum.


Sementara Jabendeus harus berhadapan dengan orang banyak untuk meluruskan permasalahan.


Proyek itu dikerjakan tahun lalu saat kepala dinas di jabat Maringan Bancin yang sekarang menjabat kepala Dinas PUPR Pakpak Bharat.


Sementara itu sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Pembangunan Pakpak Bharat (AMP3B) mengaku heran. 


Pasalnya, beberapa pejabat di Birokasi Pemerintahan Kabupaten Pakpak Bharat yang pernah tersandung persoalan hukum, belum pernah ada yang mengundurkan diri.


Ini baru kali pertama terjadi, di usia daerah ini yang ke-19. (nd1).