Demokrat

Demokrat

Domian

Domian

Wahyu Sagala

Wahyu Sagala
Rabu, 02 November 2022, 12:39 WIB
Last Updated 2022-11-02T05:39:07Z
DairiPertambanganPetaniUnjuk Rasa

Petani Dukung Sekda Dairi Jadi Bupati

Sekda Dairi saat menemui petani yang berunjuk rasa. (Rudi).

DAIRI, Sidikalang - nduma.id


Kelompok petani yang menggelar aksi di depan kantor Bupati Dairi berteriak akan mendukung Sekda Kabupaten Dairi Budianta Pinem menjadi Bupati Dairi tahun 2024 mendatang.


Dukungan itu dikatakan jika Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu berani memutasi Budianta Pinem karena berpihak kepada Petani.


Masa Aliansi Petani Dairi Untuk Keadilan (APUK) itu sepakat akan mengawal sekda jika di mutasi bupati.


"Kalau bapak di mutasi kita dukung bapak jadi bupati," teriak Pangihutan Sijabat kepada petani.


Ujaran Ketua Kelompok Tani Marhaens itu di sahut sorak setuju oleh petani.


" Jadi Jujur saja pak dimana bupati. Jangan takut di mutasi. kami akan menjaga bapak. Kalau bapak di mutasi kami demo lagi," kata Pangihutan.


"Kalau tidak kami dukung bapak jadi Bupati. Setuju semua kan," teriak Pangihutan berulang.


Saat bertemu petani, Sekda  terkesan menutupi keberadaan bupati sehingga belum bisa bertemu langsung.


Budianta mengatakan Bupati Dairi sedang ada 3 kegiatan yang tidak bisa di tunda.


"Pak bupati sedang ada Zoom dengan Menteri pertanian membahas terkait food estate kita," ujar sekda. 


Pengakuan sekda ini dikhawatirkan petani akan berdampak mutasi.


Hingga sore pukul 15.00 WIB bupati belum terlihat.


Mereka memaksa bertemu dengan Bupati Dairi.


"Kita hanya butuh 5 menit ya, kita janji ya," kata Duat Sihombing saat berorasi.


Mereka tetap bersikeras ingin bertemu Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu.


Bahkan petani sempat memaksa masuk menerobos barisan Polisi.


"Kita ingin mendengar bupati sepatah dua patah kata aja,  supaya kami tenang tidur. Tinggal menunggu program dari bupati kedepan," ujar Duat.


Masa petani mendesak bertemu bupati supaya tuntutan mereka berkesimpulan. 


Karena mereka mengaku sudah 5 kali aksi dan tidak pernah bertemu bupati.


"Saya minta maaf ya, kita atur jadwal lagi nanti kita buat diskusi, dengan beberapa perwakilan," kata Sekda.


Tapi masa tetap memaksa masuk menjemput Bupati bertemu dengan petani.


Tak lama Bupati Dairi keluar bertemu petani setelah di negoisasi aparat kepolisian.


Dia menyapa petani.


Terkait sikap pemerintah Dairi terhadap keluhan petani, bupati berjanji akan membahasnya kemudian menyurati atasannya.


"Saya harus melihat secara keseluruhan, tentu saya akan telaah saya akan bersurat dan saya tunggu perintah dari atasan saya.


" Kami akan akan melaporkan ke atasan dan kalau saya di panggil ke kementerian saya akan datang," kata Bupati.


Eddy Berutu menyampaikan, otoritas terbatas. 


"Kita harus melihat secara bersama sama, UMKM kita lindungi, hak-hak adat kita lindungi. Oleh karena itu perusahaan juga warga negara. Dia juga punya hak hak, jadi saya juga harus melihat, kalau perusahaan salah kita tindak nanti," ujar Bupati.


Tak lama Bupati Dairi beranjak meninggalkan petani Dia tidak mau berdebat dengan warganya.


Petani mengaku tidak puas dengan jawapan Bupati.


"Kita belum puas dengan jawapan bupati itu. Jawapan bupati normatif tapi tidak apa kita sudah bisa memaksa Bupati keluar menemui kita," ujar Duat Sihombing berorasi.


"Begitulah realita yang kita hadapi saat ini bupati tidak berpihak kepada kita. itulah realita," tungkas Duat.


Dia tetap membakar semangat juang para petani.


Mereka berencana membuat surat bertemu Presiden.


"Saya pikir sudah selesai tidak ada lagi hal yang urgen yang kita sampaikan karena kita sudah tau sikap bupati kita hari ini," kata Duat.


Aksi di akhiri dengan membersihkan sampah di lokasi depan kantor Bupati Dairi. (nd1).