Domian

Domian

Wahyu Sagala

Wahyu Sagala
Kamis, 24 November 2022, 20:53 WIB
Last Updated 2022-11-24T14:04:45Z
Addendum AmdalDairiKementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Usai Sosialisasi Addendum Amdal DPM Begini Harapan Ketua LKP dan Sulang Silima Marga Sambo

Ketua LKP dan Sulang Silima Marga Sambo (tengah) di wawancara wartawan. (Foto/Rudi)

DAIRI, Sidikalang – nduma.id

Ketua Lembaga Kebudayaan Pakpak, Aslim Padang menjadi salah satu peserta sosialisasi addendum AMDAL PT Dairi Prima Mineral (DPM) di hotel Beristra Kecamatan Sitinjo Kabupaten Dairi, Rabu (23/11/20222).

Aslim Padang, mengaku bersyukur atas keluarnya izin itu dan berharap PT. DPM nantinya bisa lebih memperhatikan masyarakat sekitar tambang, baik segi kesehatan maupun keselamatan tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat.

“Kita sangat bersyukur kepada Tuhan dengan keluarnya izin ini. Cuma satu harapan kita agar DPM memperhatikan masyarakat sekitar termasuk kesehatan, keselamatan dan juga segala kepentingan rakyat di situ jangan ada terabaikan,” kata Aslim, usai mengikuti sosialisasi.

Aslim berharap kedepannya kehadiran PT. DPM membawa rahmat dan membawa kesejahteraan kepada masyarakat dan bukan membawa malapetaka.

Sedangkan Ali Husen Sambo, ketua Sulang Silima Marga Sambo Se Indonesia mengaku terkait kesepahaman marga Sambo dengan PT DPM belum selesai, hanya saja PT DPM dikatakan sudah menyikapi ke tidak sepahaman itu .

“Saya sampaikan tadi kepada beliau secara pribadi. Kepada beliau salah satu itu Nita Boru Tarigan. Di jawab ini segera diselesaikan karena adendum AMDAL nya, SKKL nya sudah keluar,” kata Ali Husen Sambo.

Ali Husen menyadari kalau keberadaan perusahaan tambang besar di daerah mereka akan berdampak positif dan negatif.

“Tadi mereka sudah membicarakan bagaimana mengeliminir dari pada dampak-dampak negatif itu supaya lebih banyaklah dampak positifnya. Bagaimanapun kita masyarakat Dairi terkhusus dari pada Sulang Silima, ada pemangku-pemangku hak ulayat sekitar tambang ada dampak positifnya,” ujar Ali Husein.

Keberadaan PT DPM disebutnya akan terbangun infrastruktur seperti jalan, sarana ibadah, sarana pendidikan dan lainnya.

“Baik dia yang kecil ataupun  orang-orang tua yang disitu terayomilah semua, tapi kalau ada pun sebahagian kecil yang belum terayomi  segeralah memberitahu kepada DPM karena belum terjangkau mereka semua,” saran Ali Husein.

Terakhir, Ali Husein berpesan agar pemerintah dan bersama pengusaha bergandeng tangan untuk membina masyarakat.

“Bagaimana supaya maju, bisa ke depan yang barokah,” tuturnya.

Syahrial mewakili Eksternal PT DPM mengatakan sosialisasi itu menyusul telah diperolehnya Surat Keputusan Kelayakan Lingkungan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI pada Agustus 2022 lalu.

Agenda sosialisasi nantinya dipastikan melibatkan sebanyak mungkin unsur masyarakat Dairi karena akan terus berlanjut secara bertahap.

Sosialisasi Addendum AMDAL sebagai bentuk keterbukaan perusahaan kepada publik.

“Pada intinya Addendum AMDAL ini berisikan poin penting, yaitu perubahan tata lokasi portal tambang, TSF atau Tailing Storage Facility, dan lokasi gudang handak,” kata Syahrial.

Perubahan lokasi ini kata Syahrial bertujuan untuk meningkatkan perlindungan yang lebih baik terhadap keselamatan lingkungan, dan keselamatan warga masyarakat di wilayah terdampak.

Selain itu juga memprioritaskan pada keselamatan dan kesehatan kerja serta keselamatan operasional pertambangan.

“Hal ini sejalan dengan prinsip tata kelola pertambangan yang baik dan benar yang selama ini dianut oleh PT. Dairi Prima Mineral,” sebut Syahrial.


Penulis : Rudi
Editor : Yon