Domian

Domian

Wahyu Sagala

Wahyu Sagala
Jumat, 10 Maret 2023, 10:54 WIB
Last Updated 2023-03-15T03:55:40Z
DairiPerlindungan Anak

DP3AP2KB Kabupaten Dairi Pelatihan Konvensi Hak Anak

Foto Bersama. (Foto/Istimewa)

DAIRI, Sidikalang – nduma.id


Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Dairi menggelar pelatihan konvensi hak anak yang di Hotel One’s, Sidikalang, Kamis 9 Maret 2023.


Staf Ahli Hak Anak di Child Rights Resource Center, Muhammad Jailani dalam acara itu mengatakan setiap anak harus diajarkan bersikap asertif dan berani berkata tidak untuk hal yang tidak benar dan membuat anak merasa tidak nyaman.


Berkata tidak menjadi salah satu upaya mencegah kekerasan pada anak.


Agar dapat melindungi diri sendiri, anak perlu dibekali dengan kemampuan untuk menolak dan mengatakan tidak kepada pelaku.


“Bapak ibu harus mengajarkan anak berani berkata tidak untuk setiap hal yang membuatnya tidak nyaman, termasuk bagian tubuh yang tidak boleh disentuh siapapun bahkan oleh orang tuanya,” kata Jailani.


Menurut Jailani, kecenderungan orang tua yang merasa bangga dengan anak yang terlalu penurut dan mau kepada siapa saja juga dapat memberikan dampak buruk terhadap perkembangan anak.


“Anak yang sejak kecil percaya dengan orang lain cenderung susah membedakan motif baik atau jahat dari orang lain. Akibatnya anak tidak memahami kapan si anak harus menolak dan kapan ia harus menerima,” kata Jailani.


Membiarkan anak berkata ‘tidak’ bukan berarti memberi kebebasan dalam melakukan apa pun, melainkan mengajarkan anak untuk menghormati serta melindungi diri sendiri. Membantu anak untuk berkata tidak akan memberi kepercayaan diri dan mengekspresikan diri.


Lebih lanjut, pelatih pengembangan program berbasis hak anak ini juga menjelaskan, ketika anak dibekali dengan kemampuan untuk menolak, anak akan berani mengatakan tidak jika ada kondisi yang mengarah pada kekerasan.


“Maka perlu adanya peningkatan pengetahuan seluruh pihak agar program ini dapat direalisasikan,” kata Jailani.


“Harapannya, kalau seluruh perangkat daerah memiliki sumber daya manusia yang sudah terlatih maka Kabupaten Dairi bisa menjadi lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak, serta menjadi Kabupaten Layak Anak (KLA)”.


Mewujudkan Dairi sebagai KLA merupakan implementasi misi kedua Kabupaten Dairi, yaitu membangun kualitas sumber daya masyarakat Dairi yang cerdas, sehat, berbudaya dan berdaya saing. 


Penulis : Raden

Editor : Rudi