SMSI

SMSI
Senin, 15 Januari 2024, 16:55 WIB
Last Updated 2024-01-15T09:55:11Z
Dinas KesehatanPenghargaanSiantar

Wali Kota Apresiasi Capaian Dinas Kesehatan Kota Siantar

Wali Kota Siantar pimpin apel pagi. (Foto/Istimewa).

Siantar - nduma.id


Puskesmas Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Kesehatan yang ada di Kota Pematang Siantar telah meraih penilaian Akreditasi dari Lembaga Akreditasi Fasilitas Kesehatan Indonesia (LAFKI). 


Sebanyak 11 Puskesmas telah meraih Akreditasi Paripurna. 


Sedangkan 8 Puskesmas lainnya meraih Akreditasi Utama, dan 1 Puskesmas masih menunggu hasil survei penilaian Akreditasi. 


Wali Kota Pematang Siantar dr Susanti Dewayani SpA mengapresiasi itu dalam arahannya saat menjadi Pembina Apel Pagi Gabungan di Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes), Senin 15 Januari 2024.


"Saya berharap kiranya pengabdian tulus yang diiringi semangat untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat terus kita kobarkan dengan terus membangun inovasi dengan peningkatan kedisiplinan dan kinerja sebagai abdi negara," kata dr Susanti.


Ia mengatakan saat ini aparatur sipil negara (ASN) dan seluruh staf yang bekerja di lingkungan pemerintahan dituntut untuk terus-menerus melakukan peningkatan pelayanan publik, tak terkecuali di sektor kesehatan. 


Patut disyukuri, lanjutnya, upaya peningkatan kualitas pelayanan publik yang dikembangkan sudah mulai membuahkan hasil. 


Di antaranya, peningkatan zona pelayanan publik menjadi zona hijau.


Kemudian, hasil survei akreditasi Puskesmas semakin baik.


Menurut dr Susanti, pencapaian tersebut bukan suatu hal yang mudah. 


Berbagai upaya terus dilaksanakan dan dikembangkan untuk dapat meningkatkan jenis dan kualitas pelayanan publik yang dipersembahkan kepada masyarakat Kota Pematang Siantar.  


Lebih lanjut dr Susanti menyampaikan, saat ini 19 Puskesmas se-Kota Pematang Siantar telah menjadi Puskesmas Badan Layanan Umum Daerah. 


Ada otonomi dalam tata kelola pelayanan dan keuangan, yang berarti Puskesmas memiliki kemandirian dalam mengelola keuangan dan pelayanannya. 


Hal tersebut tentunya harus diantisipasi dengan peningkatan kapasitas dan kompetensi pimpinan dan staf Puskesmas untuk dapat memanfaatkan peluang dan menjawab tantangan sebagai BLUD. 


Serta mampu berkompetisi dengan fasilitas kesehatan lainnya. 


"Kedisiplinan dan keinginan yang kuat untuk dapat meningkatkan performance jenis dan kualitas pelayanan di Puskesmas menjadi hal sangat penting untuk dapat eksis dan sukses menjalankan status Badan Layanan Umum Daerah," ujarnya.


Dilanjutkan dr Susanti, sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat, Pemerintah Kota (Pemko) Pematang Siantar memiliki kewajiban dalam memberikan pelayanan kesehatan yang tertuang dalam standar pelayanan minimal. 


Ada 12 pelayanan minimal yang harus di lakukan dengan optimal. 


"Saat ini capaian Standar Pelayanan Minimal atau SPM kita masih harus terus ditingkatkan dengan tetap menjaga mutu yang telah ditetapkan. Oleh karena itu saya meminta kepada seluruh jajaran Dinas Kesehatan untuk fokus kepada peningkatan capaian kuantitas dan kualitas capaian SPM di bidang kesehatan," sebut dr Susanti. 


Tugas lainnya, lanjut dr Susanti, terus berupaya menuntaskan kasus stunting, gizi buruk, gizi kurang, dan ibu hamil kurang energi kalori, yang menjadi salah satu program nasional di Kota Pematang Siantar.


dr Susanti menjalankan, saat ini jumlah kasus stunting di Kota Pematang Siantar sebanyak 216 balita dari 10.622 anak yang diukur. 


Hasil capaian stunting ini, katanya, masih menunggu hasil Survei Kesehatan Indonesia.


Program penurunan stunting, sambungnya, merupakan tugas bersama antar lintas program di internal Dinas Kesehatan dan jajarannya maupun lintas program dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk dapat menurunkan angka stunting dengan target capaian tahun 2024 sebesar 8,96 persen. 


Koordinasi, kolaborasi dan sinergi program mutlak dilakukan, baik di internal maupun di eksternal Dinas Kesehatan Kota Pematang Siantar. 


Berbagai intervensi spesifik dan sensivitas harus dikembangkan dan melibatkan semua stakeholder untuk sama-sama bekerja dan bekerja sama, memberikan kontribusi program yang nyata,  tepat arah dan sasaran serta langsung menyentuh kepada masyarakat.


Kewajiban lainnya, terus mendorong peningkatan kepedulian masyarakat atas pentingnya memelihara kesehatan diri dan keluarga serta mampu mencari pengobatan jika sakit ataupun mendapat masalah pada kesehatannya.


"Kita bersyukur Kota Pematang Siantar telah mewujudkan Universal Health Coverage atau UHC, di mana saat ini masyarakat yang menjadi peserta aktif jaminan kesehatan nasional yang dikelola oleh BPJS Kesehatan telah mencapai 269.767 jiwa atau sebesar 98,31 persen," tandasnya.


Hal ini merupakan bukti tingginya komitmen Pemerintah Kota Pematang Siantar dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. 


"Keberadaan 10 rumah sakit di Kota Pematang Siantar adalah aset yang wajib dikembangkan, terutama RSUD dr Djasamen Saragih. Pengembangan RSUD dr Djasamen Saragih harus seiring sejalan dengan Puskesmas sebagai UPTD di Kota Pematang Siantar, sehingga keberadaan keduanya dapat mendukung peningkatan derajat kesehatan Kota Pematang Siantar menuju Pematang Siantar Sehat, Sejahtera, dan Berkualitas," pungkasnya. 


Apel diikuti oleh 178 pegawai di lingkungan Dinkes Kota Pematang Siantar. 


Di antaranya, 4 perwakilan dari setiap Puskesmas. 


Setelah apel, pegawai Dinkes Kota Pematang Siantar mengucapkan selamat ulang tahun kepada Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan drg Irma Suryani MKM, dan diiringi lagu Selamat Ulang Tahun serta pemotongan kue.


Turut hadir, Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan Dra Happy Oikumenis Daely;

Kepala Inspektorat Herry Okstarizal SH; Kadis Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Johannes Sihombing SSTP MSi; Kadis Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Pardomuan Nasution SS MSP; dan Direktur RSUD dr Djasamen Saragih dr Aulia Sukri Sambas MKM. 


Penulis : Ari

Editor : Rudi