Siantar

Siantar

Tirta Nciho

Tirta Nciho
Senin, 19 Januari 2026, 13:37 WIB
Last Updated 2026-01-20T00:40:20Z
CabaiDairiPetanii

Harga Cabai Merah dan Hijau Anjlok Parah, Petani di Dairi Merugi Hingga 15 Juta

Petani cabai di Parbuluan sedang memetik cabai. (Foto/Josua).

Dairi - nduma.id


Petani cabai di Kabupaten Dairi Sumatera Utara tengah menghadapi masa serius. 


Pasalnya harga cabai merah dan hijau di daerah ini terus melorot tajam, akibatnya banyak petani merugi. 


Salah satunya Rintarya Siringoringo, petani cabai dari Desa Lae Hole II Siarung-Arung, Kecamatan Parbuluan.


Ia mengaku merugi hingga 15 juta rupiah dalam sebulan terakhir.

 

"Ada 15 juta lah kerugiannya," ucap Rintarya kepada wartawan Minggu (18/1/2026).

 

Saat ini, harga cabai merah di tingkat petani katanya hanya mencapai Rp10.000 hingga Rp13.000 per Kilogram. 


Sementara cabai hijau berada di angka Rp20.000 per kilogram. 


Menurutnya, harga tersebut bahkan tidak cukup untuk menutupi biaya perawatan dan pupuk yang dikeluarkan selama masa tanam.

 

"Ada sebagian petani tidak mau memanen lagi. Cabai-cabainya dibiarkan saja busuk di batangnya karena tidak ada untung sama sekali," jelasnya.

 

Di Pasar Sidikalang, harga ecer cabai merah berada di angka Rp20.000,- per Kilogram dan cabai hijau Rp24.000,- per Kilogram. 


Kondisi ini berbeda dengan cabai rawit yang justru mengalami kenaikan harga hingga Rp10.000, dari sebelumnya Rp50.000 menjadi Rp60.000 per kilogram.

 

Pedagang di pasar Sidikalang mengaku kualitas cabai merah dan hijau dari petani juga mulai menurun.


" Mungkin karena perawatan yang tidak maksimal akibat sulitnya biaya," kata Junita Sinaga, pedagang di Pasar Sidikalang, Sabtu (17/1/2026).


Sat ini petani berharap pemerintah bisa segera mengambil langkah untuk mengembalikan harga cabai ke level normal.

 

"Harapan kita ada solusi lah dari pemerintah, biar harga ini normal lagi dan kita bisa kembali bersemangat bertani," harap Rintarya.



Penulis : Rudi

Redaktur : Son