![]() |
| Suasana Pojok Literasi Kuta Padang. (Foto/Josua). |
DAIRI - nduma.id
Tak hanya sekadar tempat membaca dan belajar di luar jam sekolah.
Pojok Literasi Kuta Padang di Kelurahan Sidiangkat, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi Sumatera Utara di nilai menjadi "rumah kedua" bagi puluhan anak-anak setempat untuk berkembang secara mandiri.
Berdiri sejak tahun 2018 silam, semangat pendidikan tumbuh dari dalam masyarakat.
Pojok literasi ini pun menjadi bukti nyata bahwa gerakan literasi bisa berkembang mandiri
"Tempat ini sudah jadi bagian penting dalam kehidupan anak-anak. Setiap hari mereka datang untuk mengerjakan tugas bersama, dan bukan hanya itu – kami juga punya program khusus seperti kelas menulis," ujar Rahma Yanti Chaniago, pengelola pojok literasi. Minggu (18/1/2026).
Ada sedikitnya 50 anak yang kerap datang di Pojok Literasi Kuta Padang.
Anak-anak ini tidak hanya belajar membaca, tetapi juga mulai mampu mengungkapkan diri melalui cerita mini yang mereka buat sendiri.
Bahkan mereka belajar dari alam dengan menggelar kelas alam.
"Harapanku kedepannya, lembaga-lembaga di bidang literasi bisa lebih memperhatikan dan mendukung model kegiatan mandiri seperti ini," tandas Rahma.
Mentari Meilani Nainggolan, salah seorang siswi kelas V SD yang kerap datang, mengaku senang dengan kehadiran pojok literasi tersebut.
"Di sini kami bisa konsentrasi dan menyerap pelajaran yang belum saya pahami di sekolah," katanya.
Bagi anak-anak setempat, pojok literasi ini bukan hanya ruang baca, melainkan tempat bermain yang aman dan ruang untuk berkembang secara maksimal.
Semua program dan fasilitas yang disediakan diberikan secara gratis untuk seluruh anak-anak di daerah tersebut.
"Saya berharap pondok baca ini bisa lebih baik lagi supaya anak-anak yang datang semakin banyak," ujar Meilani Nainggolan
Penulis : Rudi
Redaktur : Son
