Siantar

Siantar
Rabu, 08 April 2026, 14:28 WIB
Last Updated 2026-04-09T03:31:15Z
KesehatanLingkunganSimalungun

Pemkab Simalungun Genjot Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Suasana Rakor pengelolaan sampah di ruang rapat sekretariat Bupati Simalungun, Selasa 7 April 2026. (Foto/Ari).

Simalungun - nduma.id


Menjawab tantangan pengelolaan sampah di 32 kecamatan serta 413 nagori dan kelurahan, Pemerintah Kabupaten Simalungun menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pengelolaan Sampah Terintegrasi, Terpadu, dan Berkelanjutan. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Kantor Bupati Simalungun, Pamatang Raya. Selasa 7 April 2026.

 

Dalam pemaparannya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Simalungun, Daniel Hasilalahi, mengakui masih ada sejumlah kendala serius, mulai dari keterbatasan anggaran, minimnya sarana prasarana, hingga rendahnya kesadaran masyarakat memilah sampah. 


Selain itu, sistem Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang masih terbuka juga harus segera dibenahi demi kesehatan lingkungan.

 

“Rakor ini merupakan tindak lanjut dari Rakornas Pengelolaan Sampah Tahun 2026, sekaligus momentum memperkuat sinergi lintas sektor untuk cari solusi konkret,” ujar Daniel.

 

Perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup RI, Eka Jatnika Arifin, menegaskan bahwa persoalan sampah bukan sekadar teknis, melainkan isu strategis yang butuh kolaborasi menyeluruh.


Ia mendorong pergeseran paradigma, dari sekadar membuang menjadi mengelola sejak hulu melalui pengurangan, pemilahan, dan pengolahan, termasuk lewat konsep ekonomi sirkular.

 

“Pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya. Peran aktif masyarakat menjadi kunci utama,” tegasnya.

 

Sementara itu, arahan Bupati Simalungun yang disampaikan Sekretaris Daerah Mixnon Andreas Simamora, menegaskan dukungan penuh terhadap kebijakan nasional. 


Pemkab menargetkan transformasi sistem TPA menjadi sanitary landfill yang modern dan sehat, sekaligus memperkuat kapasitas kelembagaan dan SDM.

 

Salah satu langkah konkret yang digalakkan adalah pembentukan dan pengaktifan Bank Sampah di setiap nagori dan kelurahan. 


Langkah ini dinilai strategis karena mampu mengurangi volume sampah sekaligus memberi nilai ekonomi bagi warga.

 

“Kami mengajak kerja sama lintas sektoral. Mulai dari pimpinan dinas, camat, pangulu, hingga lurah harus jadi motor penggerak kesadaran masyarakat,” ujar Sekda.

 

Rakor ini diharapkan menjadi titik tolak menuju tata kelola yang lebih baik, sehingga Simalungun benar-benar mewujudkan visi ASRI – Asri, Sehat, Rapi, dan Indah.

 

Turut hadir seluruh camat, pimpinan perangkat daerah, serta para pemangku kepentingan terkait.

 

Penulis: Ari

Redaktur: Rudi