![]() |
| Perwakilan dari Kementerian Pariwisata RI memberikan cinderamata kepada Anggota DPR RI Komisi VII Bane Raja Manalu usai kegiatan Bimtek di Desa Silalahi. (Foto/Rudi). |
Dairi – nduma.id
Pertemuan para pelaku pariwisata di kawasan Danau Toba di Kecamatan Silahisabungan Kabupaten Dairi Sumatera Utara dihadiri Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Bane Raja Manalu, Kamis 30 Juli 2026.
Acara yang di gelar oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia ini, bertajuk Desiminasi Strategi Pemasaran Pariwisata Nusantara Melalui Pemanfaatan Digital Marketing.
Di acara itu, Bane Raja mengajak peserta mengikat Silalahi agar tidak menjadi daerah lewat di Kawasan Danau Toba, melainkan menjadi destinasi tujuan utama.
Karena itu menurutnya harus di bangun keunikan yang tidak di miliki daerah lain, karena pariwisata dikatakan bukan hanya soal pemandangan indah semata, melainkan bagaimana keuntungan bisa menyebar merata ke semua lapisan usaha di masyarakat.
Seperti penari, pedagang makanan, pelaku UMKM, hingga tenaga pendukung lainnya.
"Kalau pariwisata digarap serius, dampaknya bisa meluas. Penari dapat penghasilan, penjual makanan dan kue dari UMKM juga dapat keuntungan, begitu juga MC dan tenaga kerja lainnya. Sektor lain belum tentu melibatkan sebanyak ini orang yang bekerja," ungkap Bane Raja Manalu.
Di Silalahi sendiri, Ia menyoroti kekayaan budaya lokal yang di nilainya belum tergarap maksimal, khususnya kain tenun khas Silalahi.
"Saya melihat tenun Silalahi itu istimewa, coraknya beda, warnanya beda, sentuhannya pun beda, Itu keunikan yang harus diangkat," sebutnya.
Bane menyarankan, kawasan Silalahi bisa di jadikan sebagai destinasi utama tenun.
Keunikan corak dan kualitas tenun Silalahi ini dinilai sebagai "pembeda" yang bisa dikembangkan agar Silalahi tidak hanya menjadi sekadar daerah lewat.
" Orang datang ke Danau Toba sebagai pelengkap, tapi tujuan utama mereka adalah berkunjung ke sini karena mendapatkan sesuatu yang tidak ada di kawasan lain," tegasnya.
Tak hanya budaya, event besar juga menurut Bane Raja menjadi kunci daya tarik.
Dicontohkannya seperti acara nasional "Bagak Marnatal" yang digagasnya di Pematangsiantar.
Tahun ini, Bane Raja juga berencana menghadirkan event serupa skala nasional.
Rencana andalannya adalah Lomba Memancing Nasional yang rencananya akan digelar bulan September 2026 mendatang.
"Nanti akan ada 1.000 peserta memancing. Ikan hasil tangkapan itu akan dimasak dan disantap bersama-sama dengan cara ditombur, sembari menikmati matahari terbenam di Danau Toba diiringi alunan musik Gondang. Ini akan menjadi momen luar biasa," paparnya.
Ia juga mengimbau pelaku usaha dan masyarakat untuk terus mendiskusikan keunikan khas Silalahi yang bisa ditawarkan, sehingga wisatawan punya alasan kuat untuk datang dan kembali lagi.
Akun media sosial menurutnya paling efektif menyebarkan konten-konten menarik guna memperkenalkan pesona Silalahi ke kancah yang lebih luas.
Kegiatan yang digelar di Hotel Debang Resort Desa Silalahi Kecamatan Silahisabungan ini Dihadiri I Gede Budiwijaya, Perwakilan Asdep Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata RI, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Dairi Iwan Taruna Berutu.
Acara juga Menghadirkan 70 peserta pelaku pariwisata di Kabupaten Dairi, khususnya Kawasan Silahisabungan.
Penulis : Rudi
Redaktur : Son
